Galeri Destiani hidupkan motif kuno kain cual dengan sentuhan modern - ANTARA News Bangka Belitung

Galeri Destiani hidupkan motif kuno kain cual dengan sentuhan modern - ANTARA News Bangka Belitung

Pangkalpinang, Babel (ANTARA) - Galeri Destiani di Kota Pangkalpinang, tetap menjaga konsistensinya dalam mengembangkan bisnis kerajinan kain cual khas Bangka Belitung melalui motif kuno yang dipadukan dengan sentuhan desain modern untuk memperluas pasar wastra.

Pemilik Galeri Destiani Catharina Kristiatmini di Pangkalpinang, Minggu, mengatakan pihaknya menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dan tenun gedogan untuk menghasilkan kain tenun dan berbagai produk turunannya.

"Galeri kita memproduksi dan mengembangkan kain cual khas Babel dengan beragam motif kuno yang dikembangkan," kata Catharina.

Ia mengatakan Galeri Destiani mengembangkan dua motif khas, yakni bunga ketuyut dan kantong semar yang diadaptasi dari motif kuno dan memiliki nilai budaya.

Dari empat motif yang didaftarkan, dua di antaranya telah memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), sedangkan produk kainnya terdiri atas tenun katun dan tenun gedogan.

Tenun katun lebih banyak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, sementara tenun gedogan yang memiliki proses pengerjaan lebih lama umumnya digunakan untuk kebutuhan formal.

Sejak berdiri pada 2015, Galeri Destiani mengembangkan kain cual, busana siap pakai, selendang, dan aksesori berbahan tenun dengan orientasi pasar nasional hingga internasional.

Catharina mengatakan pengembangan pasar harus diikuti upaya menjaga keberlangsungan perajin karena tenaga terampil di bidang tenun semakin terbatas.

"Kita harus mengajak generasi muda belajar menenun karena menenun membutuhkan keterampilan, kesabaran, dan ketekunan," ujarnya.

Menurut dia, perkembangan teknologi digital membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan wastra Bangka Belitung melalui pemasaran digital.

Namun, produk yang dibuat secara manual membutuhkan waktu pengerjaan sehingga pemesanan harus disesuaikan dengan kapasitas produksi agar kualitas tetap terjaga.

Galeri Destiani kini memiliki enam perajin tenun dengan tingkat keterampilan berbeda, mulai dari pemula hingga mahir, serta penjahit sendiri untuk mendukung produksi.

Sebagai UMKM binaan Bank Indonesia (BI) Babel, Galeri Destiani mendapat pendampingan sertifikasi serta pelatihan media sosial, kewirausahaan, pemasaran, dan pengelolaan keuangan.

"Kami banyak mendapatkan manfaat selama menjadi UMKM binaan BI karena difasilitasi mengikuti berbagai pameran, termasuk Karya Kreatif Indonesia," ujarnya. 

Pewarta: Elza Elvia/Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.