FIFA Dukung Penuh Infantino di Tengah Kontroversi Rencana Penjualan Piala Dunia
Liputan6.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi menyatakan dukungan penuh kepada Presiden Gianni Infantino, menyusul pertemuan penting di Rabat, Maroko, pada Rabu (5/8/2026). Dukungan ini muncul di tengah kontroversi terkait rencana FIFA untuk menjual saham di Piala Dunia, yang kini telah dibatalkan. FIFA juga menyampaikan permintaan maaf atas “kesalahan yang dibuat” dalam penanganan proposal tersebut.
Rencana kontroversial ini, yang dikenal sebagai FIFA Forward Enterprise (FFE), bertujuan untuk mengumpulkan dana hingga 4,2 miliar dolar AS melalui penjualan saham di Piala Dunia.
Proposal tersebut, jika disetujui, diperkirakan akan memberikan setiap dari 211 asosiasi anggota FIFA pembayaran satu kali sebesar 20 juta dolar AS pada awal tahun 2027. Selain itu, alokasi dana untuk siklus 2027-2030 juga akan meningkat dari 8 juta dolar AS menjadi 20 juta dolar AS.
Namun, kebocoran rencana FFE ke media memicu gelombang kritik dan seruan agar Infantino mengundurkan diri. Menanggapi tekanan tersebut, Infantino akhirnya membatalkan rencana FFE pada hari Sabtu, sebelum pertemuan krisis di Rabat.
Dalam pertemuan krisis tersebut, Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom dan anggota Dewan Manajemen FIFA yang hadir menegaskan kembali dukungan mereka untuk Presiden Infantino. Mereka menyebut Infantino sebagai satu-satunya pejabat yang dipilih oleh 211 Asosiasi Anggota FIFA. Infantino sendiri juga menegaskan kembali dukungannya untuk Sekretaris Jenderal-nya.
"Menyusul pertemuan di Rabat, Maroko, Sekretaris Jenderal FIFA dan anggota Dewan Manajemen FIFA yang hadir menegaskan kembali dukungan penuh mereka terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino, sebagai satu-satunya pejabat yang dipilih oleh 211 Asosiasi Anggota FIFA," demikian pernyataan tersebut.
Rencana FIFA Forward Enterprise yang Dibatalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5543975/original/079501300_1775041828-Iran_vs_Nigeria_dan_Bolivia-3.jpg)
Perbesar
FIFA Forward Enterprise (FFE) dirancang sebagai anak perusahaan komersial baru yang akan mengelola acara-acara besar seperti Piala Dunia dan Piala Dunia Klub. Anak perusahaan ini memiliki valuasi sebesar 20 miliar dolar AS. Namun, rencana tersebut menuai penolakan keras dari berbagai pihak.
Para kritikus menganggap ide ini sebagai ancaman terhadap model nirlaba FIFA, yang dikhawatirkan dapat mengkomersialkan Piala Dunia secara berlebihan dan memprioritaskan pemegang saham daripada esensi permainan sepak bola. UEFA, badan pengatur sepak bola Eropa, menentang keras rencana tersebut, menggambarkannya sebagai “kesepakatan kotor, di belakang layar, dan tidak transparan” serta mengancam akan memboikot kompetisi FIFA.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Sementara itu, CONCACAF, badan pengatur sepak bola Amerika Utara dan Tengah, mengkritik rencana tersebut sebagai “tindakan tata kelola dan kepemimpinan yang buruk secara sepihak dan keterlaluan.” Beberapa staf FIFA bahkan merasa “ditipu” karena kurangnya transparansi seputar rencana Infantino, dengan Chief Operating Officer FIFA Kevin Lamour menyebutnya sebagai skema “satu orang.”