FIFA ASEAN Cup: Thailand Simpan Pilar Utama Agar Bugar di Final

FIFA ASEAN Cup: Thailand Simpan Pilar Utama Agar Bugar di Final

Kabupaten Bandung -

Pelatih Thailand,Anthony Hudson, memarkir pilar utamanya saat kalah melawan Filipina. Hal ini dilakukannya agar pilar utama Thailand bugar di final FIFA ASEAN Cup 2026.

Thailand kalah 1-2 dari Filipina di laga terakhir Grup B FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat (3/10/2026). Dua gol kemenangan The Azkals lahir lewat brace Bjorn Kristiansen. Thailand cuma bisa membalas lewat Iklhas Sanron.

Meski kalah di laga ini, Thailand tetap melaju ke babak final. Hal ini karena Gajah Perang telah memastikan mengamankan tiket ke laga final usai menang atas 2-0 Vietnam di laga kedua Grup B.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasukan Anthony Hudson berada di urutan teratas Grup B dengan enam angka. Mereka unggul head to head dari Vietnam di urutan kedua berkat kemenangan saat laga kedua Grup B.

Thailand akan menghadapi juara Grup A yaitu Indonesia pada laga final. Final FIFA ASEAN Cup 2026 bakal digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Senin (5/10/2026).

Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, mengatakan bahwa timnya kalah melawan Filipina karena banyak memainkan pemain lapis kedua. Hal ini dilakukan untuk menjaga kebugaran Thailand jelang menghadapi Indonesia di final.

Hudson melakukan sembilan perubahan di susunan pemain utama saat lawan Filipina dari ketika menang 2-0 atas Vietnam.

"Kami memutuskan untuk mengistirahatkan sekitar 5 hingga 7 pemain pada pertandingan ini, demi memastikan skuad dalam kondisi bugar dan siap untuk laga final; ini situasi yang sangat positif bagi kami," ujar Hudson dikutip dari Instagram Timnas Thailand.

"Kami melakukan sekitar 8 atau 9 perubahan pada susunan pemain dibandingkan pertandingan sebelumnya. Alasan melakukan rotasi pemain sebanyak itu adalah, seperti yang saya sebutkan, untuk memastikan para pemain yang rencananya akan jadi pilihan utama berada dalam kondisi sebugar mungkin. Jika pertandingan ini merupakan laga 'wajib menang' untuk bisa lolos, tantangannya akan sangat berbeda-namun justru itulah alasan kami memilih untuk mengistirahatkan para pemain tersebut," jelasnya.

(pur/mrp)