Dua Diplomat Prancis Ditahan Iran atas Dugaan Intervensi Asing
Bagikan:
JAKARTA - Kementerian Intelijen Iran pada Sabtu 15 Agustus menyatakan telah menahan dua diplomat Prancis atas dugaan pengaruh dan campur tangan asing terkait dalam penyelidikan keamanan nasional. Kedua diplomat tersebut kemudian diserahkan kepada duta besar Prancis untuk Iran.
Dalam pernyataannya, Kementerian Intelijen Iran mengatakan unit intelijen menemukan dugaan aksi kedua diplomat tersebut ketika menjalankan perintah pengadilan untuk menangkap keduanya sebagai bagian dari penyelidikan.
Setelah identitas kedua diplomat diverifikasi, pihak berwenang selanjutnya memberi tahu Kementerian Luar Negeri Iran sebelum menyerahkan mereka kepada duta besar Prancis untuk Iran di bawah pengawalan polisi diplomatik, mengutip TRT World, Minggu 16 Agustus.
Kementerian Intelijen Iran mengeklaim, pada pemeriksaan awal terhadap dokumen dan sejumlah materi yang disita di lokasi menunjukkan adanya proyek skala besar yang bertujuan untuk membangun pengaruh, campur tangan asing, dan menciptakan kondisi untuk kegiatan yang menargetkan kemerdekaan Iran. Kementerian juga mengatakan tanda tangan mantan duta besar Prancis untuk Teheran ditemukan pada sejumlah dokumen yang disita.
Kementerian Intelijen Iran menegaskan pihaknya tak akan mengizinkan individu dengan status diplomatik untuk terlibat dalam kegiatan ilegal dan intervensionis. Selain itu, Kementerian juga memperingatkan pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab jika insiden serupa kembali terjadi.
BACA JUGA:
Kini, Pemerintah Prancis telah diminta Kementerian Intelijen Iran untuk bertanggung jawab atas apa yang disebut Iran sebagai tindakan campur tangan para diplomat tersebut.
Penyelidikan terhadap kasus disebut masih berlangsung. Kementerian Intelijen Iran menyatakan jika ada informasi lebih lanjut maka akan disampaikan kemudian. Hingga berita ini ditulis, sejauh ini belum ada tanggapan langsung dari Pemerintah Prancis terkait tuduhan Iran tersebut.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+