DPRD Provinsi Jambi Sebut JKN Tanpa Dokter Tidak Cukup
Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:16 WIB
Jakarta, VIVA – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ir. H. Ivan Wirata. menilai penguatan jaminan kesehatan nasional yang disampaikan Presiden RI dalam Pidato Kenegaraan 14 Agustus 2026 harus diterjemahkan daerah bukan hanya dalam bentuk perluasan kepesertaan JKN, tetapi juga melalui pemerataan dokter, tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan, dan penguatan rumah sakit rujukan.
Baca Juga
Dalam tayangan pidato Presiden, pemerintah menyampaikan bahwa iuran Jaminan Kesehatan Nasional bagi sekitar 96,8 juta warga miskin dan tidak mampu ditanggung negara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Ivan, kebijakan tersebut memperlihatkan komitmen negara menjaga kesehatan sebagai perlindungan sosial dasar. Namun ia mengingatkan bahwa kepesertaan JKN belum otomatis berarti masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat dan berkualitas.
Baca Juga
“JKN sangat penting, tetapi JKN tanpa dokter tidak cukup. Masyarakat bisa mempunyai kartu BPJS, tetapi kalau dokter tidak ada, spesialis tidak tersedia, alat kesehatan tidak memadai atau rumah sakit terlalu jauh, maka perlindungan itu belum sepenuhnya dirasakan,”jelasnya jumat, 14 agustus 2026.
Ivan menyebutkan, Pemerintah harus perbesar kapasitas pendidikan dokter dan ia menyoroti langkah pemerintah dalam memperbesar kapasitas produksi SDM kesehatan.
Baca Juga
"Dalam tayangan pidato disebutkan bahwa selama sekitar 21 bulan terakhir pemerintah telah membuka 9 fakultas kedokteran baru, mengembangkan 170 program studi spesialis dan subspesialis, serta terdapat 11 provinsi yang untuk pertama kalinya memiliki program studi spesialis,"terangnya.
Menurut Ivan, langkah tersebut menunjukkan bahwa persoalan kekurangan dokter sudah dipandang sebagai persoalan struktural.
“Kalau kebutuhan dokter memang besar, solusinya tidak cukup hanya memindahkan dokter dari satu daerah ke daerah lain. Kapasitas pendidikannya juga harus diperbesar. Ini yang sekarang mulai dilakukan pemerintah pusat,”ujarnya.
Ia menilai kebijakan tersebut harus dibaca Jambi sebagai kesempatan untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, rumah sakit pendidikan, dan pemerintah pusat dalam mencetak SDM kesehatan dan kebutuhan Dokter Masih Sangat Besar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Tayangan pidato juga memperlihatkan kebutuhan tambahan tenaga medis secara nasional sekitar 84.781 dokter umum, 127.580 dokter gigi, dan 55.712 dokter spesialis,"tuturnya.
Ivan mengatakan angka tersebut menggambarkan tantangan besar Indonesia dalam memenuhi dan mendistribusikan tenaga medis.
Halaman Selanjutnya
“Persoalannya bukan hanya jumlah, tetapi distribusi. Dokter mungkin ada di pusat kota, tetapi bagaimana di kabupaten yang jauh, puskesmas terpencil, atau rumah sakit yang membutuhkan spesialis tertentu? Ini yang harus kita petakan secara detail,"terangnya.