DPRD Kaltara Kunker ke Kampus UBT
DPRD Kaltara Kunker ke Kampus UBT
Selasa, 28 Juli 2026 15:36 WIB
Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melaksanakan kunjungan kerja (kunker) guna membahas wacana pembangunan Kampus Universitas Borneo Tarakan (UBT) 2, Kamis (16/7). (ANTARA/HO-DKISP Kaltara)
Tarakan (ANTARA) - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melaksanakan kunjungan kerja (kunker) guna membahas wacana pembangunan Kampus Universitas Borneo Tarakan (UBT) 2, Kamis (16/7).
Kanker tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi IV, Syamsuddin Arfah, serta dihadiri anggota Komisi IV, Siti Laela, Dino Andrian, Supaβad Hadianto, Ruman Tumbo dan Listiani.
βKunjungan ini bertujuan untuk memperoleh informasi, memperkuat koordinasi, serta meninjau kesiapan dan potensi lokasi yang direncanakan sebagai kawasan pengembangan kampus baru,β kata Syamsuddin Arfah.
Kehadiran Kampus UBT 2 diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Kaltara sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Komisi IV DPRD Provinsi Kaltara menyatakan dukungannya terhadap pengembangan sektor pendidikan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Sinergi antara pemerintah daerah, pihak Universitas Borneo Tarakan, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam merealisasikan rencana pembangunan tersebut secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski masih berada pada tahap perencanaan, pembangunan Kampus UBT 2 diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat Tanjung Selor sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat pendidikan di Kaltara, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas generasi muda dan kemajuan daerah.
Baca juga: Opini WTP Sarana Memastikan APBD Dikelola Secara Baik
Baca juga: Peringatan Tsunami Dicabut, Ketua DPRD Kaltara Harap Masyarakat Tenang
Pewarta : Redaksi
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT Β© ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.