DPR usulkan renovasi GOR Turide NTB untuk PON 2028
Mataram (ANTARA) - Komisi V DPR RI mengusulkan GOR 17 Desember Turide Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat untuk sementara direnovasi dulu guna menghadapi PON 2028, sebelum direvitalisasi secara total menjadi stadion baru.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mengakui setelah melihat kondisi GOR GOR 17 Desember Turide Kota Mataram, dirinya menilai sudah tidak layak mengingat kondisinya yang sudah dimakan usia sejak di bangun tahun 1980.
"GOR ini di bangun sejak 1980 dan kondisinya tidak layak. Apalagi ini akan jadi tuan rumah PON 2028," ujarnya saat memimpin rombongan Komisi V DPR RI meninjau GOR 17 Desember Turide Kota Mataram, Rabu.
Ia mengatakan untuk membenahi GOR 17 Desember Turide Kota Mataram, dibutuhkan revitalisasi total terhadap fasilitas olahraga terbesar di NTB itu. Hanya saja mengingat mepet-nya waktu pelaksanaan PON, maka pihaknya menyarankan GOR 17 Desember direnovasi sementara dahulu.
"Kalau kita revitalisasi, kita akan robohkan semua dulu untuk membangun stadion dengan kapasitas 20 ribu hingga 40 ribu penonton. Tapi kalau kita robohkan waktu nggak cukup dalam waktu 2 tahun. Tadi sudah dihitung-hitung butuh dana Rp700 miliar. Makanya untuk sementara kita pakai pola renovasi dulu, setelah PON selesai baru kita revitalisasi," tegas Lasarus.
Menurutnya, dengan lahan kawasan GOR Turide yang begitu luas hingga mencapai 11 hektare, pihaknya yakin fasilitas olahraga dengan taraf terbaik bisa terbangun.
"Luas lahan 11 hektare itu saya kira cukup membangun fasilitas olahraga baik itu lapangan bola, lintasan atletik. Kemudian pencak silat. Apalagi di sini ada Mandalika, sehingga andai kata Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia, GOR Turide bisa menjadi salah satu lokasi pertandingan. Apalagi bandara NTB sudah biasa melayani tamu dalam jumlah besar," terangnya.
Untik itu, ia berharap jika direvitaliasi kawasan tersebut bisa menjadi komplek olahraga yang modern. Namun demikian, lanjut Lasarus, mengingat mepet-nya waktu pelaksanaan PON pada 2028, sehingga rencana revitalisasi.
"Karena waktu terbatas menuju PON 2028, pembangunan baru dipandang tidak memungkinkan dalam jangka pendek. Makanya fokus ke renovasi dulu. Revitalisasi penuh tetap direncanakan untuk fase pasca-PON agar hasil akhir lebih modern dan komprehensif," ucapnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan terkait biaya renovasi stadion GOR 17 Desember Mataram nanti akan dibicarakan secara teknis. Namun, dibutuhkan sharing antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dan Pemerintah Pusat.
"Nanti daerah berapa, pusat berapa. Tapi yang pasti ada jalan keluar. Karena NTB sudah ditunjuk jadi tuan rumah PON, tidak ada cerita untuk kita tidak selesaikan. Target renovasi sebelum PON, sedangkan revitalisasi setelah PON," katanya.