Dolar AS Sempat Jatuh Hampir 5 Yen, Lalu Balik ke 160 Yen
Bagikan:
JAKARTA - Dolar AS kembali ke kisaran bawah 160 yen pada awal perdagangan Jumat di Tokyo. Sehari sebelumnya, kurs dolar sempat jatuh tajam hampir 5 yen di New York di tengah spekulasi intervensi otoritas Jepang.
Kyodo News dikutip Jumat, 31 Juli, melaporkan, dolar AS sempat turun hingga di bawah level 158 yen pada perdagangan semalam di New York. Setelah itu, dolar berbalik menguat lagi di Tokyo.
Intervensi adalah langkah pemerintah atau bank sentral untuk menahan pergerakan mata uang yang dinilai terlalu tajam. Pada kasus yen, isu intervensi biasanya muncul ketika kurs bergerak cepat dalam waktu singkat.
Pada pukul 09.00 waktu Tokyo, dolar AS diperdagangkan di 160,18-160,19 yen. Angka itu dibandingkan dengan 159,42-159,52 yen di New York, setelah sempat menyentuh 157,97 yen.
Pada Kamis pukul 17.00 waktu Tokyo, dolar AS masih berada di 163,73-163,74 yen. Artinya, yen sempat menguat cepat sebelum dolar kembali ke sekitar 160 yen.
Euro juga bergerak terhadap dolar AS dan yen. Pada Jumat pagi di Tokyo, euro berada di 1,1523-1,1524 dolar AS dan 184,58-184,60 yen.
Posisi itu dibandingkan dengan 1,1523-1,1533 dolar AS dan 183,69-183,79 yen di New York. Pada akhir perdagangan Kamis sore di Tokyo, euro berada di 1,1436-1,1438 dolar AS dan 187,25-187,29 yen.
Di pasar saham, indeks Nikkei justru melesat lebih dari 5 persen pada Jumat pagi.
Kenaikan itu terjadi setelah kekhawatiran terhadap imbal hasil investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan atau AI mereda. Sentimen membaik setelah sejumlah perusahaan di Amerika Serikat dan Jepang mencatat laporan laba yang kuat.
AI atau kecerdasan buatan belakangan menjadi salah satu tema besar di pasar saham global. Investor mencermati apakah belanja besar di sektor ini benar-benar memberi hasil bagi perusahaan.
Kyodo News mencatat, pada pukul 09.31 waktu Tokyo, Nikkei Stock Average yang berisi 225 saham naik 3.249,81 poin atau 5,25 persen dari penutupan Kamis menjadi 65.117,24.
Indeks Topix yang lebih luas juga naik 73,75 poin atau 1,87 persen menjadi 4.026,25.
Di Prime Market, papan utama Bursa Tokyo, sektor yang mencatat kenaikan terbesar adalah logam nonbesi, produk kaca dan keramik, serta peralatan listrik.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+