DKUKMPP Kotim perkuat pemasaran produk unggulan kecamatan
DKUKMPP Kotim perkuat pemasaran produk unggulan kecamatan
Jumat, 7 Agustus 2026 19:15 WIB
Pelaksana Tugas Kepala DKUKMPP Kotim Muslih. ANTARA/Devita Maulina
Sampit (ANTARA) - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memperkuat strategi pemasaran produk unggulan dari seluruh kecamatan melalui Swalayan UMKM Sampit sebagai etalase produk khas daerah.
βSetelah Sampit Expo selesai biasanya produk-produk itu hilang lagi. Nah, sekarang kami ingin semuanya masuk ke Swalayan UMKM Sampit,β kata Pelaksana Tugas Kepala DKUKMPP Kotim, Muslih di Sampit, Jumat.
Ia menjelaskan, selama ini berbagai produk unggulan dari desa dan kecamatan kerap tampil dalam pameran, terutama pada ajang Sampit Expo.
Akan tetapi, setelah kegiatan berakhir, sebagian besar produk tersebut belum memiliki saluran pemasaran yang berkesinambungan sehingga sulit menjangkau pasar yang lebih luas.
Oleh sebab itu, pihaknya menyiapkan langkah pendataan bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk mengidentifikasi produk unggulan dari setiap desa sebagai dasar penyusunan strategi pemasaran melalui Swalayan UMKM.
Menurut Muslih, pengalaman bertugas sebagai camat membuatnya memahami bahwa setiap kecamatan di Kotim memiliki potensi ekonomi yang berbeda, baik berupa makanan olahan, hasil pertanian yang telah diolah, hingga produk kerajinan dengan ciri khas masing-masing.
βSetiap kecamatan memiliki produk unggulannya masing-masing. Nanti produk-produk di setiap kecamatan akan kami data, semuanya akan diarahkan masuk ke Swalayan UMKM Sampit,β ujarnya.
Ia melanjutkan, keberadaan Swalayan UMKM Sampit diharapkan tidak hanya menjadi tempat penjualan, tetapi juga pusat promosi yang memperkenalkan kekayaan produk lokal kepada masyarakat maupun tamu yang datang ke Kotim.
Saat ini, produk yang dipasarkan di Swalayan UMKM masih didominasi pelaku usaha dari wilayah perkotaan, terutama Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Baamang dan Seranau. Kondisi tersebut dinilai masih belum mencerminkan potensi ekonomi yang dimiliki seluruh kecamatan di Kotim.
Baca juga: Pemadaman kebakaran lahan dekat permukiman jadi prioritas
Dengan melibatkan produk dari seluruh wilayah variasi barang yang tersedia akan semakin lengkap sehingga memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM di daerah.
βSementara ini memang masih didominasi Mentawa Baru Ketapang, Baamang dan Seranau. Ke depan kita ingin seluruh kecamatan ikut mengisi,β ucapnya.
Selain memperluas jangkauan produk pangan olahan, DKUKMPP Kotim juga akan menggandeng Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kotim untuk meningkatkan pemasaran produk kerajinan lokal.
Muslih menilai produk kerajinan memiliki nilai tambah yang tinggi dan berpotensi menjadi cendera mata khas daerah apabila dipasarkan dengan konsep yang baik serta didukung harga yang kompetitif.
βKami ingin kerajinan tidak hanya dipajang, tetapi juga dijual. Nanti kami akan berkomunikasi dengan Dekranasda dan para perajin di Kotim agar harga jual produknya tetap bisa bersaing,β imbuhnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Kotim ini menambahkan, sinergi dengan Dekranasda juga diharapkan dapat mendorong para perajin meningkatkan kualitas produk, mulai dari desain, kemasan hingga penetapan harga sehingga mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.
Upaya memperluas pemasaran tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat daya saing UMKM sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.
Dengan semakin banyak produk unggulan dari berbagai kecamatan yang tersedia di Swalayan UMKM, masyarakat akan lebih mudah memperoleh produk khas Kotim, sementara pelaku usaha memiliki ruang promosi yang berkelanjutan.
Muslih optimistis keberadaan Swalayan UMKM akan berkembang sebagai pusat pemasaran produk unggulan daerah yang mampu mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen secara lebih luas, sekaligus menjadi sarana memperkenalkan identitas ekonomi kreatif Kotim kepada para pengunjung dari dalam maupun luar daerah.
βHarapan kami, ketika orang datang ke Swalayan UMKM, mereka tidak hanya melihat produk dari Kota Sampit, tetapi juga bisa menemukan produk khas dari seluruh kecamatan di Kotim. Dengan begitu, pemasaran UMKM menjadi lebih merata dan manfaat ekonominya dirasakan lebih luas,β demikian Muslih.
Baca juga: Dinkes Kotim gencarkan pembagian masker gratis cegah dampak asap pekat
Baca juga: Kasus dugaan dana hibah pilkada Rp40 miliar, lima komisioner KPU Kotim jadi tersangka
Baca juga: Warga Graha Pramuka Sampit rakit alat pemadam sederhana antisipasi karhutla
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT Β© ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.