DJPb Bali sebut dominasi belanja untuk gaji ASN dongkrak daya beli - ANTARA News Bali

DJPb Bali sebut dominasi belanja untuk gaji ASN dongkrak daya beli - ANTARA News Bali

Denpasar, Bali (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu mencatat porsi belanja untuk gaji aparatur sipil negara (ASN) di Pulau Bali per semester I 2026 sebesar 47,4 persen dari belanja daerah dapat mendongkrak daya beli masyarakat.

Kepala Kanwil DJPb Bali Supendi di Denpasar, Bali, Senin, menjelaskan pos belanja daerah dalam APBD 2026 hingga Juni mencapai Rp12,9 triliun.

Dari jumlah itu, komponen belanja operasi sudah menembus Rp10 triliun atau naik 9,98 persen dibandingkan periode sama 2025.

Dari realisasi belanja operasi itu, pembayaran untuk gaji pegawai menyedot alokasi yang paling besar yaitu Rp6,1 triliun.

"Komponen belanja pegawai itu naik 17,87 persen jika dibandingkan periode sama tahun lalu," ucapnya.

Komponen lain dalam belanja operasi yaitu belanja barang dan jasa sebesar Rp2,6 triliun, belanja bunga Rp21 miliar, belanja subsidi Rp2 miliar, belanja hibah Rp1,01 triliun dan belanja bantuan sosial sebesar Rp192 miliar.

Sedangkan, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp15 triliun, yang sebesar Rp9,2 triliun di antaranya berasal dari pendapatan asli daerah (PAD), kemudian dari pendapatan transfer sebesar Rp5,7 triliun dan sisanya pendapatan lain yang sah.

Dengan realisasi itu, APBD Provinsi Bali mencatatkan surplus hingga semester I 2026 sebesar Rp2 triliun.

Sementara itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali memberi sinyal positif terkait geliat perekonomian di Pulau Dewata pada semester kedua 2026 yang salah satunya ditopang konsumsi rumah tangga mencermati meningkatnya indeks keyakinan konsumen, sesuai survei yang dilakukan bank sentral itu.

Adapun indeks keyakinan konsumen (IKK) Bali berdasarkan hasil survei mengalami peningkatan sebesar 126,3 atau lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 121,5.

Menurut BI, daya beli masyarakat masih terjaga di tengah perkembangan harga yang kondusif sejalan dengan realisasi inflasi Bali pada Juli 2026 tetap rendah dan berada dalam rentang sasaran nasional yaitu sebesar 2,42 persen.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.