Disperindagkop Bangka Tengah optimalkan digitalisasi keuangan UMKM - ANTARA News Bangka Belitung

Disperindagkop Bangka Tengah optimalkan digitalisasi keuangan UMKM - ANTARA News Bangka Belitung

Koba, Babel, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, mengoptimalkan pemanfaatan digitalisasi keuangan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah itu.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop-UKM) Bangka Tengah Irwandi di Koba, Rabu, mengatakan sebagian pelaku UMKM telah memanfaatkan layanan perbankan, Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS), lokapasar (market place), media sosial, hingga aplikasi pencatatan keuangan sederhana.

"Digitalisasi tidak hanya untuk berjualan secara daring, tetapi juga bagaimana UMKM mampu mencatat omzet, biaya, arus kas, persediaan dan keuntungan secara lebih tertib," katanya.

Menurut dia, pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan keuangan penting untuk membantu pelaku UMKM mengetahui kondisi keuangan usaha secara lebih akurat dan menjadi dasar dalam mengambil keputusan bisnis.

Selain digitalisasi, pemerintah daerah terus melakukan pendampingan agar pelaku UMKM memiliki legalitas usaha yang lengkap melalui penyuluh di desa dan kelurahan serta pendampingan langsung kepada pelaku usaha.

"Legalitas merupakan pintu untuk memperoleh akses pembiayaan, bantuan, pelatihan, pasar modern, e-commerce hingga peluang ekspor," ujarnya.

Irwandi mengatakan pengembangan UMKM hingga akhir 2026 tidak hanya diukur dari pertambahan jumlah pelaku usaha, tetapi juga dari peningkatan kualitas dan kemampuan usaha untuk naik kelas.

Fokus pemerintah daerah mencakup peningkatan kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal, perluasan pemanfaatan ekosistem digital, akses pembiayaan dan permodalan, serta pemasaran melalui ritel modern dan lokapasar.

Pihaknya juga mendorong peningkatan kualitas dan kemasan produk agar produk unggulan Bangka Tengah memiliki daya saing lebih tinggi dan mampu memperluas pasar ke luar daerah.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong pelaku usaha mikro berkembang menjadi usaha kecil dan menengah dengan kapasitas produksi, pengelolaan usaha, serta akses pasar yang lebih baik.

"Ukuran keberhasilan kita bukan hanya berapa banyak UMKM yang bertambah, tetapi berapa banyak UMKM yang naik kelas, legal, produktif, mampu mengakses pembiayaan, masuk pasar yang lebih luas dan meningkatkan pendapatan masyarakat," katanya.

Pewarta: Ahmadi
Editor : Feny Aprianti

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.