Dinkes Papua Tengah ajak masyarakat terapkan protokol kesehatan sikapi kabut asap - ANTARA News Papua Tengah

Dinkes Papua Tengah ajak masyarakat terapkan protokol kesehatan sikapi kabut asap - ANTARA News Papua Tengah

Nabire (ANTARA) - Dinas Kesehatan Papua Tengah mengajak masyarakat menerapkan protokol kesehatan untuk mengurangi dampak dan paparan kabut asap serta debu yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan di tengah cuaca kering.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah dr. Agus di Nabire, Senin, mengatakan masyarakat perlu tetap tenang dan mengutamakan pencegahan di tengah penguatan fenomena El Nino dan meningkatnya kebakaran hutan dan lahan.

“Gunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan serta membatasi kegiatan di luar rumah, terutama ketika kondisi udara dipengaruhi asap dan debu. Pencegahan saat ini paling penting,” katanya.

Ia mengingatkan masyarakat menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, makan teratur, serta memilih aktivitas olahraga di dalam ruangan selama kondisi udara belum membaik.

Selain menjaga kesehatan pernapasan, masyarakat diminta menghemat penggunaan air dan menjaga kebersihan sumber air karena kondisi kemarau dapat mengurangi ketersediaan air bersih dan berdampak terhadap sanitasi.

“Jangan membakar sampah sembarangan, kemudian membuang puntung rokok sembarangan, dan juga lebih memanfaatkan air itu sebaik mungkin dan sebijak mungkin,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Dinkes Papua Tengah telah menyiapkan sekitar 60 ribu masker bagi masyarakat.

Dinkes juga membagikan sekitar 1.000 masker setiap hari di sejumlah ruang publik sebagai upaya mengurangi paparan debu dan asap akibat meningkatnya kebakaran hutan dan lahan di Nabire.

Agus meminta warga segera memeriksakan diri ke Puskesmas, klinik, atau rumah sakit apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.

”Kalau misalnya ada gejala batuk, kemudian juga kalau ada demam, ISPA, harus segera berobat dan memeriksakan diri ke puskesmas ataupun fasilitas kesehatan terdekat,” katanya.

Ia secara khusus mengingatkan warga segera mencari pertolongan medis apabila mengalami batuk dan pilek lebih dari tiga hari, demam tinggi, napas cepat, sesak dada, atau perubahan warna bibir dan kulit menjadi kebiruan.

Sebelumnya, BMKG Nabire mengingatkan peningkatan titik panas di wilayah tersebut berpotensi mempengaruhi kualitas udara. Dalam beberapa hari terakhir, kabut asap juga menyelimuti sejumlah wilayah Nabire akibat kebakaran hutan dan lahan.

Partikel dari asap pembakaran dan debu dapat bertahan di atmosfer ketika belum terjadi hujan sehingga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dinkes Papua Tengah: Cegah dampak kabut asap dengan protokol kesehatan

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.