Dinas ESDM NTB menegaskan tak ada pembelian BBM berulang

Dinas ESDM NTB menegaskan tak ada pembelian BBM berulang

Mataram (ANTARA) - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan tidak ada indikasi masyarakat melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berulang di tengah antrean panjang kendaraan pada sejumlah SPBU di Pulau Lombok.

"Berdasarkan data kami hingga saat ini tidak terdapat indikasi yang menunjukkan adanya pembelian BBM secara berulang dalam jumlah tidak wajar," kata Kepala Dinas ESDM NTB Samsudin saat dikonfirmasi di Mataram, Kamis.

Samsudin mengatakan pemerintah daerah bersama Pertamina terus memantau perkembangan kondisi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Pulau Lombok, termasuk melalui informasi yang disampaikan masyarakat pada media massa dan media sosial.

Menurut dia, berdasarkan pantauan Pertamina, terdapat peningkatan kebutuhan BBM di beberapa wilayah Pulau Lombok dibandingkan rata-rata harian.

"Kami terus melakukan optimalisasi distribusi dan penambahan pasokan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," ucap Samsudin.

Pemerintah NTB bersama lembaga penyalur bahan bakar minyak terus melakukan koordinasi dan evaluasi untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak tetap mencukupi kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada 6 Agustus 2026, antrean kendaraan masih terlihat mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Mataram meski pasokan bahan bakar minyak telah datang sebanyak 7.600 kiloliter dalam beberapa hari terakhir.

Durasi menunggu selama setengah jam tersebut setara dengan menempuh perjalanan sejauh 20 kilometer dari Mataram menuju kawasan wisata Senggigi di Lombok Barat.

Kondisi itu secara langsung mempengaruhi pendapatan warga terutama yang berprofesi sebagai ojek daring karena semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk mengantre, maka semakin sedikit waktu yang dapat digunakan untuk menerima pesanan.

Baca juga: Polres Lombok Timur pantau pembelian BBM di SPBU

Antrean paling panjang terlihat pada jalur pompa Pertalite untuk sepeda motor. Mayoritas konsumen Pertalite di Pulau Lombok didominasi kendaraan roda dua, sehingga ketika terjadi peningkatan permintaan, maka antrean sepeda motor cenderung lebih terlihat dibandingkan kendaraan roda empat.

"Kami mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying, karena pasokan terus dioptimalkan agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi," pungkas Samsudin.

Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026