'Dia Itu Boneka Bung', Kritik Pedas Budayawan soal Kekosongan Gibran
Sabtu, 25 Juli 2026, 08:30 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Budayawan Mohamad Sobary melontarkan kritik keras terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Menurutnya, Gibran tidak memiliki sikap independen terhadap Presiden Prabowo Subianto, bahkan kosong secara pemikiran maupun jiwa.
Sobary pun menjuluki Gibran sebagai βbonekaβ, karena dianggap tidak benar-benar menjalankan peran sebagai wakil presiden, melainkan sekadar dijadikan.
"Gibran kan enggak punya sikap. Orang boleh menganggap dia punya sikap. Enggak. Dia enggak punya sikap. Dia itu boneka, Bung. Kalau disebutkan orang boneka, ini bonekanya si anu. Ini orangnya si anu, ini boneka si anu," ujarnya dalam Forum Keadilan TV, dikutip Sabtu (25/7).
"Dia boneka. Betul. Karena kosong. Jiwanya lebih kosong lagi. Kalau otaknya kosong, jiwa lebih kosong. Jadi dia bukan menjadi sekali lagi dia itu benda yang dijadikan," imbuhnya.
Sobary menyampaikan hal ini saat membahas dugaan bahwa Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Gibran agar tidak duduk sejajar dengan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026), melainkan sejajar dengan para Menteri Koordinator.
Baca Juga: Jokowi Sadar Ditolak Prabowo? Ini Awal Mula 'Keris' Gibran Bersiap Dicabut
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan klarifikasi resmi terkait posisi duduk Gibran. Ia menegaskan bahwa perubahan tata letak meja sidang murni karena kebutuhan teknis operasional, bukan karena adanya keretakan politik.
"Kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah bapak presiden berada di tengah-tengah. Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari bapak wakil presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," ujar Prasetyo.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya