Desa Bebas Api, Amankan Wilayah dari Karhutla Sekaligus Sumber Ekonomi - Ekonomi Sirkular Katadata.co.id

Desa Bebas Api, Amankan Wilayah dari Karhutla Sekaligus Sumber Ekonomi - Ekonomi Sirkular Katadata.co.id

Api yang tak muncul ternyata bisa menghasilkan uang bagi desa. Menjaga wilayah tetap bebas dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya soal mencegah kebakaran, namun juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan ekonomi desa. 

Menjaga desa dari ancaman karhutla bukan hanya perkara memadamkan api. Di sejumlah desa di sekitar wilayah operasional PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP), upaya pencegahan juga menjadi pintu bagi pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat.

Salah satunya melalui program reward Desa Bebas Api yang berjalan sejak 2020. Desa yang berhasil mempertahankan wilayahnya bebas karhutla selama setahun mendapat insentif Rp50 juta. 

Program ini membuat masyarakat tak hanya ditempatkan sebagai pihak yang ikut memadamkan kebakaran, namun juga menjadi bagian penting sistem pencegahan. 

Dana itu diberikan kepada desa yang dimanfaatkan dalam berbagai keperluan, seperti pengembangan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), pembelian sarana dan prasarana pemadaman api, hingga pengembangan usaha-usaha ekonomi di tingkat desa seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Manfaat itu terlihat di Desa Pelawan dan Desa Tepian Terap, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur, Kalimantan Timur. Keduanya berada di sekitar wilayah operasional PT Etam Bersama Lestari (EBL) salah satu anak usaha TAP karena berhasil menjaga areanya bebas Karhutla selama beberapa tahun terakhir. 

"Harapannya melalui reward ini, desa memiliki motivasi untuk menjaga areanya bebas Karhutla," ujar Senior Estate Manager PT EBL Eri Arnanta Ginting.

Di Desa Pelawan, dana reward yang diterima pada 2024 dimanfaatkan untuk mengembangkan sejumlah unit usaha, di antaranya penyewaan tenda dan budidaya jamur tiram. Ketua Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) Desa Pelawan mengatakan, salah satu pemanfaatan dana tersebut adalah pembelian tarup yang kemudian disewakan maupun digunakan dalam berbagai kegiatan warga, seperti hajatan.

Sementara di Desa Tepian Terap, dana reward diputar menjadi modal awal Badan Usaha Milik Desa Jiwata Energi untuk membuka usaha peternakan kambing. 

Basirun, anggota BUMDes Jiwata Energi yang mengelola unit tersebut, mengatakan usaha peternakan dibangun dari nol. Dana yang diterima digunakan untuk membangun kandang hingga membeli bibit kambing.

“Dari reward tersebut kami buka usaha peternakan kambing ini dari nol, mulai dari bangun kandang sampai beli bibit. Sekarang hasilnya lumayan buat tambah pemasukan desa,” ujarnya.