Demi perdamaian, RI terus dorong pihak bertikai di Myanmar berdialog
Demi perdamaian, RI terus dorong pihak bertikai di Myanmar berdialog
Kamis, 16 Juli 2026 15:11 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Nasir ditemui seusai menghadiri rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (16/7/2026). (ANTARA/Nabil Ihsan)
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Nasir menegaskan bahwa Indonesia terus berupaya memfasilitasi terwujudnya dialog antara pihak-pihak berkonflik di Myanmar dalam kerangka Konsensus Lima Poin (5PC).
βKita terus berusaha memfasilitasi dialog antara pihak otoritas yang didukung militer dengan berbagai kelompok etnis yang ada di sana,β Wamenlu RI ditemui seusai menghadiri rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan, Indonesia berkomitmen untuk terus berperan dalam memulihkan perdamaian dan mewujudkan rekonsiliasi di di Myanmar yang dilanda perang saudara berkepanjangan.
Komitmen tersebut telah ditunjukkan sejak Indonesia menjadi tuan rumah dari pertemuan pemimpin ASEAN di Jakarta pada April 2021 yang melahirkan Konsensus Lima Poin yang hingga kini menjadi dasar utama bagi ASEAN dalam mendorong perdamaian di Myanmar, kata dia.
Kemudian, dalam pertemuan informal menteri luar negeri (menlu) se-ASEAN bersama Myanmar di Bangkok, Thailand, pada Minggu (12/7) lalu, para menlu kembali menegaskan tekad berpegang teguh kepada 5PC dan terus mengusahakan terwujudnya rekonsiliasi di Myanmar.
Wamenlu RI turut menegaskan bahwa Indonesia senantiasa siap menjadi tuan rumah dialog perdamaian dan rekonsiliasi antara para pihak dalam perang saudara di Myanmar.
Kesiapan RI menjadi tuan rumah dialog Myanmar juga sempat disuarakan pada Selasa (14/7) oleh Menlu RI Sugiono, yang mengatakan bahwa Indonesia siap mengambil peran tersebut apabila diminta.
"Kami siap kalau Indonesia akan dijadikan tuan rumah. Saya kira Indonesia juga lebih bisa diterima untuk posisi tersebut," kata Sugiono usai pertemuan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral (JCBC) ke-6 Indonesia-Vietnam.
Hal tersebut merupakan bentuk dukungan Indonesia supaya rekonsiliasi antara pihak-pihak bertikai di negara tersebut dapat segera terwujud, kata dia.
Ia mengungkapkan bahwa itikad baik tersebut telah dia sampaikan saat pertemuan informal menteri luar negeri se-ASEAN bersama Myanmar di Bangkok.
Sugiono juga menegaskan bahwa 5PC tetap menjadi acuan utama ASEAN dalam mewujudkan perdamaian di Myanmar, dengan penekanan pada penghentian kekerasan, dialog inklusif, serta penyediaan bantuan kemanusiaan yang aman dan tanpa diskriminasi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Demi perdamaian, RI terus dorong pihak bertikai di Myanmar berdialog
Pewarta : Nabil Ihsan
Editor:
Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT Β© ANTARA 2026