Cerita Mario G Klau di Balik Lagu-lagunya yang Hits, Sebut Setiap Karya Punya Takdir Sendiri

Cerita Mario G Klau di Balik Lagu-lagunya yang Hits, Sebut Setiap Karya Punya Takdir Sendiri

Jadi intinya...

  • Mario G Klau, penyanyi dan pencipta lagu, awalnya lebih nyaman bernyanyi di depan layar.
  • Sempat ingin fokus menulis, lagu "Semata Karnamu" menjadi titik balik karier bernyanyinya.
  • Ia percaya lagu mencari tuannya, seperti "Pesan Terakhir" yang tak jadi ia rilis sendiri.

Liputan6.com, Jakarta - Mario G Klau dikenal sebagai salah satu penyanyi dengan karakter vokal yang kuat di industri musik Indonesia. Selain dikenal sebagai penyanyi, Mario juga memiliki kemampuan dalam menciptakan lagu.

Mario G Klau menceritakan perjalanan kariernya, termasuk saat harus memilih antara berkarier di depan layar sebagai penyanyi, atau bekerja di balik layar sebagai pencipta lagu. Ia pun mengungkapkan karya pertama yang menjadi awal perjalanannya sebagai seorang penulis lagu.

"Sebenarnya kalau mau ditanya lebih nyaman di belakang layar atau di depan, gue lebih nyaman tetap jadi penyanyi gitu. Tetap jadi penyanyi. Pengen di depan, tapi ternyata Tuhan bilang, lu punya dua kelebihan. Gue kasih juga kok nulisnya gue kasih. Lagu pertama itu Pesan Terakhir," kata Mario G Klau di Jakarta.

Perjalanan karir Mario sebagai penyanyi tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah berada di titik saat lagu yang dibawakannya sendiri kurang mendapat respons dari pendengar. Kondisi itu sempat membuat Mario berpikir untuk fokus menjadi pencipta lagu.

"Waktu itu gue bilang ke Andmesh. Mesh, kayaknya gue nulis aja deh. Kata Andmesh gini, apa dia bilang? 'Itu ucapan tuh doa kata hati-hati loh. Lu jadi belakang layar beneran loh'," tuturnya.

Lagu Mencari Tuannya

Cerita Mario G Klau di Balik Lagu-lagunya yang Hits, Sebut Setiap Karya Punya Takdir Sendiri

Perbesar

Mario G Klau. (ist)

Keinginan untuk meninggalkan panggung perlahan sirna setelah Mario merilis lagu yang kemudian mendapat respons besar dari masyarakat. Lagu berjudul "Semata Karnamu" menjadi salah satu karya yang ia jadikan sebagai pertaruhan terakhir untuk mempertahankan kariernya sebagai penyanyi.

"Itu lagu terakhir yang waktu mau rilis bilang tuh. Kayaknya kalau ini gak naik juga gue bener-bener nulis aja deh. Ternyata ada jalannya," ungkap Mario.

Pengalaman tersebut membuat Mario memiliki pandangan berbeda terhadap setiap lagu yang ia ciptakan. Musisi asal Nusa Tenggara Timur tersebut percaya bahwa sebuah lagu terkadang memiliki perjalanan dan takdirnya sendiri hingga akhirnya menemukan penyanyi yang tepat.

"Tapi beberapa kali kejadian malah mikir, oh ternyata lagu tuh cari tuannya gitu loh," ucap Mario.

Soal Lagu Pesan Terakhir

Cerita Mario G Klau di Balik Lagu-lagunya yang Hits, Sebut Setiap Karya Punya Takdir Sendiri

Perbesar

Mario G Klau. (ist)

Pandangan itu terjadi pada lagunya yang berjudul "Pesan Terakhir". Mario semula menyiapkan lagu tersebut untuk ia bawakan sendiri. Namun, sejumlah proses yang terjadi di luar rencana membuatnya memutuskan untuk tidak merilis lagu tersebut sebagai penyanyi.

"'Pesan Terakhir' cerita baru itu tuh udah siap untuk Mario rilisin. Oke. Nah tapi emang ada aja kejadian yang bikin batal gak jadi rilis. Ada aja proses-proses yang kayaknya ini bukan di gue deh," jelasnya.

Sejumlah Kolaborasi Mario G Klau

Dalam perjalanan kariernya, Mario juga terus mengeksplorasi kemampuan bermusiknya melalui sejumlah kolaborasi. Ia menggandeng Juan Reza untuk menggarap dua lagu berjudul "Baby Pelan Pelan" dan "Otak Di Mana".

Kolaborasi Mario berlanjut bersama gitaris legendaris Indonesia, Tohpati. Keduanya menghasilkan lagu berjudul "Jejak Langkah yang Kau Tinggal" yang turut memperlihatkan sisi lain dari musikalitas Mario.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Pevita Pearce Ketemu Lewis Hamilton dan Charles Leclerc di Monza, Syuting Bareng