Bulog serap 158 ribu ton beras hasil panen dari petani Indramayu - ANTARA News Jawa Barat

Bulog serap 158 ribu ton beras hasil panen dari petani Indramayu - ANTARA News Jawa Barat

Indramayu, Jabar (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Indramayu, Jawa Barat, menyerap 158.706 ton beras hasil petani di wilayah kerjanya hingga pertengahan Juli 2026 atau sekitar 90 persen dari target pengadaan tahun ...

Indramayu, Jabar (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Indramayu, Jawa Barat, menyerap 158.706 ton beras hasil petani di wilayah kerjanya hingga pertengahan Juli 2026 atau sekitar 90 persen dari target pengadaan tahun ini sebesar 174.720 ton.

Pimpinan Cabang Bulog Indramayu Apip Wijaya di Indramayu, Jabar, Kamis, mengatakanย penyerapan gabah itu dilakukan sejak awal tahun dengan melibatkan berbagai pihak.

"Saat ini sudah mencapai sekitar 158.706 ton. Adapun target setara beras 174.720 ton. Ini capaian terbesar sepanjang sejarah berdirinya Bulog (Indramayu)," katanya.

Menurut dia, meski masa panen raya mulai berakhir, Bulog masih mampu menyerap sekitar 2.000 ton gabah kering panen (GKP) dari petani setiap hari.

Apip mengatakan penyerapan tersebut akan terus dilakukan hingga Desember 2026, untuk mengoptimalkan hasil panen petani yang masih berlangsung di sejumlah kecamatan.

"Penyerapan sudah dimulai sejak awal tahun dan kami berkomitmen bersama Pak Dandim, Dinas Pertanian, serta jajaran terkait untuk mengoptimalkan penyerapan sampai Desember," katanya.

Ia menyebutkan wilayah yang masih berpotensi menyumbang penyerapan gabah antara lain Kecamatan Kroya dan Sukagumiwang,ย yang masih memasuki masa panen.

"Masih ada di kecamatan-kecamatan lainnya seperti Kroya dan Sukagumiwang, kami masih optimalkan penyerapannya," katanya.

Ia menegaskan Bulog membeli GKP sesuai harga pembelian pemerintah, yakni Rp6.500 per kilogram, dengan pembayaran dilakukan secara tunai di lokasi.

Apip menambahkan Bulog mengutamakan penyerapan gabah berkualitas baik, sedangkan gabah yang belum memenuhi standar akan ditangani melalui mitra agar mutunya meningkat.

Sementara itu, Komandan Kodim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo mengatakan TNI terus mendampingi proses penyerapan gabah sebagai bagian dari program ketahanan pangan.

"Kodim melaksanakan pendampingan mulai dari penanaman, pengairan, pupuk, sampai penyerapan hasil panen untuk menjaga stabilitas harga dan mendukung ketahanan pangan," kata Tulus.

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT ยฉ ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.