Buku “The Art of Heroic Leadership” resmi diluncurkan

Buku “The Art of Heroic Leadership” resmi diluncurkan

Jakarta (ANTARA) - Buku kepemimpinan bertajuk “The Art of Heroic Leadership: From Systemic Blindness to Trustworthy Shared Action” karya Zulfikar M. Rachman (Coach Kangzul) dan Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf (Coach AMY) dijadwalkan meluncur di Kinokuniya Book Store, Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (12/9).

Buku setebal 324 halaman yang diterbitkan oleh IPB Press tersebut mengusung gagasan utama bahwa kegagalan kepemimpinan modern kerap kali dipicu oleh titik buta sistemik (systemic blindness), bukan sekadar kurangnya data atau kecerdasan.

Penulis buku yang juga merupakan Direktur Utama Perum LKBN ANTARA periode 2007–2012, Ahmad Mukhlis Yusuf, mengatakan buku ini ditulis untuk mengajak para pemimpin mengevaluasi kesadaran mendasar sebelum mengambil tindakan di tengah disrupsi dan kerumitan sistemik.

"Melalui buku ini, kami tidak hanya menawarkan teknik manajemen, tetapi sebuah perjalanan kesadaran batin, kepemimpinan berbasis kehadiran (presence), serta nilai-nilai kearifan kolektif seperti Gotong Royong 2.0 untuk membangun aksi bersama yang tepercaya," kata Mukhlis dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Membaca hubungan Indonesia-Malaysia dari perspektif rekan sejawat

Ia menambahkan bahwa kepemimpinan saat ini terus diuji oleh kompleksitas dan interdependensi, sehingga para pemimpin rentan hanya melihat sebagian kecil dari dinamika persoalan yang ada.

Sementara itu, co-author Zulfikar M. Rachman menjelaskan istilah heroic yang digunakan dalam buku ini tidak mengacu pada sosok pahlawan tunggal yang bekerja sendiri.

"Pahlawan dalam buku ini bukanlah sosok yang berdiri di luar sistem untuk menyelamatkan orang lain, melainkan pemimpin yang berani menyelami dirinya sendiri, menyadari titik butanya, serta hadir secara utuh bersama tim untuk menggerakkan perubahan nyata," ujar Zulfikar.

Buku ini turut mendapatkan catatan pengantar dari penggagas Theory U dari MIT Sloan School of Management, C. Otto Scharmer, yang menyoroti pentingnya kepemimpinan berakar pada kejernihan cara melihat, mendengar, dan bertindak.

Peluncuran buku yang berlangsung pukul 14.00–17.00 WIB tersebut dirangkaikan dengan bedah buku mengenai konsep Systems, Self, Shift, diskusi interaktif bersama praktisi kepemimpinan, serta sesi penandatanganan buku.

Baca juga: "Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa" sorot pentingnya ketahanan kesehatan

Baca juga: "The Female Brain" menyibak teka-teki otak perempuan

Baca juga: Kala 100 pemimpin perusahaan tambang bercerita tentang kemanusiaan

Pewarta: Maria Rosari Dwi Putri
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.