BPJS Kesehatan Cabang Jambi mencatat defisit Rp300 juta - ANTARA News Jambi
Kota Jambi (ANTARA) - BPJS Kesehatan Cabang Jambi mencatat defisit keuangan sekitar Rp300 juta setiap bulan karena nilai klaim pelayanan kesehatan yang dibayarkan kepada fasilitas kesehatan lebih besar dibandingkan penerimaan dari iuran peserta.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jambi Shanti Lestari di Jambi, Rabu, mengatakan kondisi itu terutama dipengaruhi tinggi pemanfaatan layanan kesehatan oleh peserta, termasuk peningkatan jumlah pasien rujukan dari luar daerah yang mendapatkan pelayanan di Jambi.
"Semakin banyak pasien rujukan dari luar daerah menjadi penyebab utamanya defisit," katanya.
Ia mengatakan, banyak pasien rujukan dari luar daerah membuat biaya pelayanan kesehatan yang diklaim rumah sakit kepada BPJS Kesehatan semakin besar, kondisi tersebut turut meningkatkan beban pembiayaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Program JKN merupakan program pemerintah yang memberikan kepastian jaminan perlindungan finansial kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan.
Kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang terus meningkat berdampak terhadap besar nilai klaim yang harus dibayarkan BPJS Kesehatan.
"Penerimaan dari iuran peserta belum sepenuhnya mampu menutup seluruh beban klaim pelayanan kesehatan," kata dia.
Pihaknya untuk menjaga keberlangsungan program JKN mendorong peserta meningkatkan kepatuhan dalam membayar iuran secara rutin.
Penerimaan iuran yang lancar dinilai penting untuk menjaga keseimbangan pembiayaan antara pendapatan dan pembayaran klaim.
Shanti berharap kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pembayaran iuran terus meningkat sehingga kondisi pembiayaan JKN dapat lebih terjaga.
"Kami berharap kesadaran masyarakat dalam membayar iuran terus meningkat sehingga keseimbangan antara penerimaan iuran dan pembayaran klaim dapat terjaga," katanya.
Ia menegaskan upaya menjaga keseimbangan pembiayaan tersebut diperlukan agar pelayanan kesehatan bagi peserta JKN di wilayah Jambi tetap berjalan dan dapat diberikan secara optimal.
Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.