BPBD Garut turunkan tim asesmen kejadian tanah bergerak di Banjarwangi - ANTARA News Jawa Barat
Garut (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menurunkan tim untuk melakukan asesmen kejadian bencana alam tanah bergerak dan longsor di Kecamatan Banjarwangi untuk menyiapkan langkah yang tepat dalam mengatasi masalah tersebut.
"Upaya yang telah dilakukan berkoordinasi dengan Forkopimcam Banjarwangi, Tagana untuk melakukan pemantauan dan asesmen kerusakan," kata Sekretaris BPBD Kabupaten Garut, Abud Abdullah di Garut, Senin.
Ia menuturkan, BPBD Garut mendapatkan laporan adanya kejadian bencana alam tanah bergerak dan longsor di Kampung Saliara, Desa Padahurip, dan di Kampung Negla, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Banjarwangi, selanjutnya melakukan pengecekan terkait daerah yang terdampak.
Ia menyebutkan, tanah bergerak itu disebabkan kondisi tanah yang labil kemudian terdapat kolam ikan yang kemudian terjadi longsor dan mengancam dua rumah warga masing-masing di Kampung Negla, dan Saliara.
Kejadian tanah bergerak itu, kata dia, sudah cukup lama, awal kejadian di Kampung Saliara pada 21 Juni 2026, kemudian di Kampung Negla terjadi, Jumat (10/7) yang diawali dengan longsoran kolam ikan, beruntung kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
"Tidak memakan korban jiwa serta kondisi sawah dan rumah masih terdampak," katanya.
Kejadian tersebut juga mendapatkan perhatian dari jajaran personel kepolisian, dan TNI yang telah melakukan pengecekan dan mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada adanya ancaman bencana tanah bergerak.
Kepala Polsek Banjarwangi, Ipda Ipar Suparlan mengatakan, pihaknya selalu melakukan patroli, terutama ke kawasan rawan bencana alam seperti tanah longsor dan tanah bergerak.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama warga yang tinggal di daerah rawan terjadi bencana alam.
"Warga yang rumahnya terdampak maupun berada di area rawan juga diimbau untuk segera melakukan relokasi sementara demi menghindari risiko yang lebih besar," katanya.
Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.