BPBD catat enam daerah di Sumut dilanda bencana banjir - ANTARA News Sumatera Utara
Medan (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara mencatat enam kabupaten/kota di provinsi itu dilanda bencana banjir
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan enam kabupaten/kota yang dilanda banjir merupakan laporan yang diterima Pusdalops Sumut.
"Berdasarkan laporan enam kabupaten/kota di Sumut dilanda banjir," ujar Sri Wahyuni di Medan, Selasa.
Pusdalops Sumut mendata enam kabupaten/kota yang dilanda banjir yakni Kabupaten Deliserdang,Kabupaten Nias Selatan,Kabupaten Nias Barat,Kabupaten Langkat,Kota Medan dan Kota Binjai.
Pusdalops mendata Kabupaten Langkat merupakan daerah yang paling terdampak yang mengakibatkan 2.678 kepala keluarga dari empat kecamatan terdampak.
Lalu, Kota Medan tercatat sebanyak 817 kepala keluarga dari satu kecamatan terdampak dan Kecamatan Kabupaten Nias Barat yang tercatat 595 kepala keluarga dari empat kecamatan terdampak.
Selanjutnya, Kota Binjai merupakan daerah yang terdampak keempat dengan mencatatkan 461 kepala keluarga lalu Kabupaten Deliserdang 30 kepala keluarga dari satu kecamatan.
Sedangkan banjir di Kabupaten Nias Selatan mengakibatkan fasilitas umum di Kecamatan Hilisalawa'ahe.
"Banjir yang melanda enam kabupaten/kota tersebut ada yang terjadi pada Sabtu (5/9), Minggu (6/9) dan Senin (7/9)," kata dia.
Ia mengatakan, upaya dan penanganan atas peristiwa tersebut telah dilakukan oleh masing-masing pemerintah setempat dan pemangku kebijakan terkait.
Sri Wahyuni mengatakan masing masing pemerintah setempat melakukan pendataan ke lokasi terdampak serta memantau perkembangan.
Selain itu, kata dia, BPBD Sumut juga berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten setempat dalam hal penanganan bencana di lokasi terdampak.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPBD catat enam daerah di Sumut dilanda bencana banjir
Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.