BNPB: Ribuan liter air atasi kekeringan El Nino di Jawa Tengah

BNPB: Ribuan liter air atasi kekeringan El Nino di Jawa Tengah

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan penyaluran ribuan liter air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan akibat kemarau dan fenomena El Nino di tiga kabupaten di Provinsi Jawa Tengah.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Selasa, menyampaikan bahwa dampak El Nino memicu penurunan cadangan air tanah di Jawa Tengah, di mana laporan hingga Senin (28/9) mencatat kekeringan melanda wilayah Kabupaten Pati, Sragen, dan Pemalang.

"Distribusi air bersih dilakukan secara berkala oleh otoritas di daerah," kata dia.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan di Kabupaten Pati kekeringan berdampak pada 1.131 KK (3.896 jiwa) di 15 desa yang tersebar di tujuh kecamatan, meliputi Winong, Pucakwangi, Jaken, Jakenan, Gabus, Kayen, dan Tambakromo. Dalam hal ini tim reaksi cepat BPBD Pati telah menyalurkan 94.000 liter air bersih.

Baca juga: Anggota DPR: Penanganan krisis air bersih butuhkan kehadiran negara

Di Kabupaten Sragen, krisis air bersih dirasakan oleh 2.298 KK (7.224 jiwa) di 12 desa di Kecamatan Gesi, Tangen, Mondokan, Jenar, dan Miri. BPBD Sragen mengerahkan sembilan armada tangki berkapasitas total 41.000 liter air.

Sementara di Kabupaten Pemalang, dampak kekeringan terbilang paling luas dengan memengaruhi 10.764 KK di 23 desa dari sembilan kecamatan, yakni Belik, Bawang, Pulosari, Watukumpul, Bantarbolang, Randudongkal, Bodeh, Warungpring, dan Cilongok.

"Pasokan armada tangki berkapasitas 4.000 hingga 5.000 liter disiagakan untuk memenuhi kebutuhan air warga di Pemalang itu hingga tiga hari ke depan," kata dia.

Menurut Berton, intervensi bantuan air bersih dari pemerintah ini mesti diiringi dengan kesadaran masyarakat dalam menghemat pemanfaatannya menyusul kondisi kemarau dan fenomena El Nino yang diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

Selain itu, kata dia, warga juga diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan api guna mencegah kebakaran hutan dan lahan di tengah cuaca terik, serta tetap menyiapkan tas siaga bencana.

Baca juga: Kementerian PU perbanyak IPA bergerak tangani kekeringan permukiman

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.