BNPB catat total jumlah korban jiwa gempa bumi NTT mencapai 91 jiwa

BNPB catat total jumlah korban jiwa gempa bumi NTT mencapai 91 jiwa

BNPB catat total jumlah korban jiwa gempa bumi NTT mencapai 91 jiwa

Minggu, 23 Agustus 2026 20:28 WIB

Image Print

Relawan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI membagikan makanan kepada penyintas bencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). ANTARA/HO-Baznas RI/am.

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengumumkan hingga Minggu (23/8) total jumlah korban jiwa akibat gempa bumi yang menimpa Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 91 jiwa.

“Saat ini, hingga pukul 16.00 WIB Minggu 23 Agustus, jumlah korban meninggal sebanyak 91 jiwa atau bertambah 4 jiwa dari hari sebelumnya. Dengan rincian Manggarai 32 jiwa, Manggarai Timur 31 jiwa, Sikka 6 jiwa, Ende 2 jiwa, Manggarai Barat 1 jiwa, Nagekeo 14 jiwa, Ngada 5 jiwa,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dikutip dari jumpa pers daring, Minggu.

Dari segi jenis kelamin, terdapat 40 korban jiwa berjenis kelamin laki-laki, 48 korban jiwa berjenis kelamin perempuan, dan tiga korban lainnya masih dalam tahap identifikasi. Sedangkan berdasarkan kelompok umur, 39 korban meninggal merupakan lansia, 4 batita, 1 balita, 12 anak dan remaja, 35 dewasa.

Berdasar data yang diterima BNPB, 51 persen korban dinyatakan meninggal disebabkan dampak langsung dari gempa seperti tertimpa reruntuhan bangunan, sedangkan sisanya sebanyak 49 persen disebabkan dampak tidak langsung.

Berton menyampaikan jumlah pengungsi akibat gempa bumi di NTT saat ini bertambah menjadi 161.084 jiwa.

“Saat ini data pengungsi yang ada pada kami bertambah lagi menjadi 161.084 jiwa. Adapun tiga kabupaten tertinggi adalah kabupaten Manggarai (46.519 jiwa), Nagekeo (34.256 jiwa), dan Manggarai Timur (31.372 jiwa),” ujarnya.

BNPB melaporkan bantuan logistik yang berasal dari pos bantuan logistik nasional (Posduklognas) di Bandara Halim Perdanakusuma, hingga pukul 13.00 WIB terus melaksanakan distribusi bantuan logistik untuk mendukung penanganan bencana di Labuan Bajo dan Maumere.

Total bantuan yang sudah didistribusikan mencapai 271 ton dengan sembilan sorti (satuan pemberangkatan armada angkut) dan satu kapal laut untuk mengangkut dukungan logistik.

Distribusi melalui jalur udara sebanyak 74 ton telah dikirim ke Labuan Bajo sebanyak lima sorti dan 54 ton dikirim ke Maumere dengan empat sorti. Selain melalui jalur udara, pada Minggu sekira 143 ton yang terbagi dalam 16 truk dukungan logistik dikirim melalui jalur laut menggunakan KRI Semarang 594 dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Pelabuhan Labuan Bajo.

Secara kumulatif sejak 15 hingga 23 Agustus, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.

Dari jumlah itu sekira 869 ton telah didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Sedangkan 356 ton telah didistribusikan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.

Hingga saat ini total bantuan yang telah masuk dan diterima di pos pendukung logistik nasional sejak 15 sampai 23 Agustus mencapai 1.750 ton yang berasal dari 77 donatur.

Pewarta : A Rauf Andar Adipati
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026