BKSDA larang warga beri makan monyet hitam tonkean
BKSDA larang warga beri makan monyet hitam tonkean
Senin, 10 Agustus 2026 18:22 WIB
Kawanan monyet hitam tonkean (Macaca tonkeana) meminta makanan dari pengendara yang melintas dan berhenti di kawasan Pegunungan Kebun Kopi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (18/6/2021). ANTARA/Mohamad Hamzah
Palu (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tengah melarang masyarakat memberikan makanan kepada monyet hitam tonkean (Macaca tonkeana) di sekitar jalur Trans Sulawesi Tawaeli-Toboli guna menjaga keberlangsungan hidup dan perilaku alami satwa tersebut.
“Satwa sebenarnya memiliki home range atau wilayah jelajah, tempat untuk beristirahat, tidur, dan bermain. Mereka memiliki pola aktivitas sendiri. Namun, karena kemudian diberi makan oleh manusia, perilakunya bisa berubah,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah (Sulteng) Mulyadi Joyomartono di Palu, Senin.
Ia menjelaskan satwa liar memiliki wilayah jelajah dan pola aktivitas yang terbentuk secara alami untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti mencari makan, beristirahat, tidur, dan bermain.
Menurut dia, pemberian makanan oleh manusia dapat mengubah pola tersebut karena satwa menjadi terbiasa menunggu makanan. Karena itu, aktivitas tersebut berpotensi membuat satwa bergantung pada manusia untuk memenuhi kebutuhan makannya.
Dia mengatakan BKSDA Sulteng terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak memberikan makanan kepada satwa liar.
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui sosialisasi serta pemasangan tanda larangan memberikan makanan kepada satwa monyet, khususnya di jalur Trans Sulawesi Tawaeli-Toboli.
Ia mengatakan edukasi terus dilakukan agar masyarakat memahami cara berinteraksi yang tepat ketika menjumpai satwa liar dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengubah perilaku alaminya.
Ia mengatakan pemahaman terhadap karakter dan pola hidup satwa penting agar masyarakat dapat menyikapi kemunculan satwa liar secara tepat tanpa mengganggu aktivitasnya.
“Oleh karena itu, saya berharap kawan-kawan media juga ikut menyuarakan bagaimana kita sama-sama melakukan imbauan ataupun larangan kepada masyarakat agar tidak lagi memberi makan satwa, khususnya satwa monyet di kawasan tersebut,” kata Mulyadi.
Ia berharap masyarakat turut berperan dalam upaya konservasi dengan membiarkan satwa menjalankan aktivitasnya secara alami dan tidak memberikan makanan ketika satwa muncul di sekitar aktivitas manusia.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026