BI sebut transaksi QRIS di Sumut tumbuh positif secara tahunan - ANTARA News Sumatera Utara
Medan (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyebutkan transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di provinsi tersebut mengalami pertumbuhan secara positif secara tahunan pada triwulan II 2026
"Volume transaksi QRIS mencapai 144 juta transaksi, atau tumbuh 90,53 persen secara tahunan dengan jumlah pengguna mencapai 3,2 juta atau meningkat 15,99 persen secara tahunan pada triwulan II 2026," ujar Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Didit Widiana di Medan, Minggu.
Didit melanjutkan untuk jumlah merchant QRIS di Sumut telah mencapai 1,8 juta atau tumbuh 20,47 persen secara tahunan.
Ia mengatakan dari pertumbuhan tersebut, menunjukkan QRIS menjadi bagian dari aktivitas keseharian masyarakat di provinsi beribu Kota Medan itu.
Namun, Bank Indonesia menegaskan peningkatan transaksi digital bukanlah tujuan akhir. Karena kata Didit, digitalisasi harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas.
Di antaranya membuka akses ekonomi, meningkatkan efisiensi usaha, memperkuat transparansi, serta mendukung pemerintah daerah dalam menyediakan pelayanan publik yang semakin baik.
"Kami berkomitmen untuk senantiasa hadir mendukung pemerintah terutama dalam mendorong peningkatan transaksi keuangan digital," katanya.
Untuk peningkatan itu, BI Sumut telah mengadakan Medan Digifest yang berlangsung pada 22–23 Agustus 2026 dengan menghadirkan beragam kegiatan di antaranya, bazar UMKM, berbagai perlombaan, serta hiburan dan konser musik yang menampilkan musisi lokal hingga artis nasional.
Selain itu, mengembangkan berbagai inovasi sistem pembayaran seperti pengembangan QRIS Tap, perluasan QRIS Cross-Border, serta penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif dan terintegrasi.
Pihaknya menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mempercepat transformasi digital. Sinergi antarBank Indonesia dan pemerintah setempat khususnya melalui percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dan perluasan kanal pembayaran digital untuk pajak dan retribusi daerah.
Salah satu bentuk konkret inovasi tersebut adalah QResto, yaitu inovasi splitting payment pajak restoran yang mendukung digitalisasi pembayaran sekaligus memperkuat pengelolaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) restoran.
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.