BI sebut skema KPR bantu kelas menengah di Bali lebih mudah punya rumah - ANTARA News Bali

BI sebut skema KPR bantu kelas menengah di Bali lebih mudah punya rumah - ANTARA News Bali

Denpasar (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali menyebutkan skema kredit pemilikan rumah (KPR) membantu warga Bali khususnya kelas ekonomi menengah untuk memiliki rumah di tengah tantangan kenaikan harga properti.

“Harga properti residensial di pasar primer pada triwulan II-2026 mengalami peningkatan,” kata Kepala BI Bali Achris Sarwani di Denpasar, Minggu.

Ia memaparkan skema KPR masih memiliki porsi terbesar atas pembelian rumah dengan porsi sebesar 67,6 persen dari total pembelian rumah.

Berdasarkan hasil survei harga properti residensial (SHPR), indeks harga properti residensial (IHPR) pada triwulan II-2026 tumbuh sebesar 1,02 persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan I-2026 sebesar 0,87 persen.

Peningkatan itu, kata dia, disebabkan oleh kenaikan harga jenis properti menengah yakni rumah yang memiliki luas bangunan antara 36 meter persegi sampai dengan 70 meter persegi dan rumah besar yang memiliki luas bangunan di atas 70 meter persegi.

Ia menjelaskan kenaikan harga rumah itu masih disebabkan peningkatan biaya produksi yakni kenaikan harga bahan bangunan menjadi faktor utama dan diikuti peningkatan upah tenaga kerja.

Selain itu, hasil survei juga menyebutkan tekanan harga juga berasal dari peningkatan biaya perizinan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), serta penambahan fasilitas dan fasilitas sosial perumahan.

Sementara itu, di tengah tren kenaikan harga properti, para pengembang di Bali menilai sejumlah faktor masih menjadi tantangan dalam penjualan properti residensial primer.

Beberapa hambatan utama tersebut meliputi tingginya suku bunga KPR, keterbatasan ketersediaan lahan, beban pajak, serta besarnya uang muka pembelian rumah.

Sedangkan, dari sisi pengembang, sumber utama pendanaan untuk pembangunan properti residensial di Bali masih bersumber dari dana sendiri sebesar 56,6 persen.

Setelah itu, pinjaman bank, dana nasabah serta pinjaman lembaga keuangan non bank.

BI mencermati harga properti residensial di Bali diprakirakan masih akan mengalami peningkatan pada triwulan III-2026, baik pada harga tanah maupun harga rumah, termasuk untuk rumah yang dibeli melalui skema tunai maupun KPR.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.