Begini Proses Gol Ferran Torres yang Mengantar Spanyol Juara Dunia

Spanyol akhirnya menemukan momen yang mereka cari setelah lebih dari 100 menit terus menekan pertahanan Argentina. Ferran Torres tampil sebagai pembeda lewat gol semata wayang yang memastikan kemenangan La Roja sekaligus mengantarkan mereka menjadi juara Piala Dunia usai menundukkan Argentina 1-0 pada final yang berlangsung Senin (20/7) dini hari.
Gol itu lahir ketika Argentina sudah bermain dengan 10 orang. Meski unggul jumlah pemain sejak Enzo Fernández menerima kartu kuning kedua pada masa injury time babak kedua, Spanyol tetap kesulitan membobol gawang Emiliano “Dibu” Martínez yang tampil luar biasa sepanjang pertandingan.
Dibu Martínez Berkali-kali Gagalkan Peluang Spanyol
Sebelum gol kemenangan tercipta, Spanyol sudah melepaskan 11 tembakan tepat sasaran. Namun seluruh peluang tersebut mampu digagalkan Martínez.
“Kami memiliki banyak peluang. Tapi Dibu tampil luar biasa,” kata pelatih Spanyol Luis de la Fuente.
Spanyol sebenarnya sempat mengira telah memecah kebuntuan pada babak pertama perpanjangan waktu. Akan tetapi gol Nico Williams dianulir wasit setelah Mikel Merino dinilai lebih dulu menginjak kaki bek Argentina, Nicolás Otamendi, dalam proses terciptanya gol.
Kombinasi Yamal, Olmo, dan Torres Jadi Penentu
Gol yang akhirnya menentukan gelar juara berawal dari serangan rapi Spanyol dari lini tengah. Pau Cubarsí mengalirkan bola kepada Marc Cucurella, diteruskan Eric García sebelum Martín Zubimendi mengirim umpan ke sisi kanan kepada Lamine Yamal.
BACA JUGA:
Yamal, yang sebelumnya sudah beberapa kali mengancam gawang Argentina, kembali menjadi pusat perhatian. Tiga pemain lawan menutup ruang geraknya di tepi kotak penalti, tetapi ia masih sempat melihat celah untuk mengoper kepada Dani Olmo.
Olmo, yang masuk menggantikan Pedri pada menit ke-84, langsung memutar badan dan mengirim umpan ke tengah. Bola kemudian diterima Ferran Torres, yang baru masuk menggantikan Mikel Merino pada menit ke-98.
Tanpa banyak sentuhan, Torres melepaskan tembakan kaki kanan ke sudut bawah gawang. Martínez sudah menjatuhkan badan, tetapi bola meluncur melewati jangkauannya dan mengubah skor menjadi 1-0.
“Gol itu merupakan hasil dari cara kami bermain. Kami sudah melakukan banyak hal dengan benar, hanya penyelesaiannya yang belum ada. Pada akhirnya, ini adalah hasil kerja seluruh tim,” ujar Torres.
Bagi Argentina, kekalahan tersebut menjadi penutup yang pahit. Lionel Messi memang menorehkan sejarah sebagai pemain dengan koleksi prestasi terbanyak, tetapi gagal menambah satu trofi lagi di akhir turnamen.
“Kami berjuang sampai akhir. Namun bermain dengan 10 pemain melawan tim seperti Spanyol sangat sulit. Mereka tahu bagaimana memanfaatkan ruang yang ada,” kata pelatih Argentina Lionel Scaloni.
Dapatkan berita dengan ulasan mendalam, serta kabar terbaru hanya di Gilabola.com.
- TAGS
- Ferran Torres
- Timnas Spanyol