BCA Perkuat Bakti Pendidikan dan Kesehatan, Sudah Berjalan Lebih dari 20 Tahun
ILUSTRASI. Bakti BCA (KONTAN/Selvi Mayasari)
Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terus melanjutkan program sosial Bakti BCA di bidang pendidikan dan kesehatan. Program tersebut telah berjalan selama lebih dari dua dekade dan dikembangkan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono mengatakan, salah satu fokus utama Bakti BCA adalah pendidikan yang telah dijalankan sejak 2001. Program tersebut antara lain mencakup pemberian beasiswa bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri yang kemudian diperluas ke perguruan tinggi swasta.
“Bakti Pendidikan itu kita sudah lama sekali, sejak tahun 2000-an. 2001, waktu saya kepala cabang BCA Jogja, kita sudah melaksanakan Bakti Pendidikan,” ujar Antonius di Jakarta (Jumat (25/9/2026).
Baca Juga: Sinergi SMV Kementerian Keuangan Dorong Kemiri NTB Menembus Pasar Global
Selain beasiswa, BCA juga menjalankan program pemberdayaan guru melalui Teacher Tech. Program tersebut ditujukan untuk mendorong guru menciptakan inovasi dalam proses pembelajaran dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.
BCA juga memiliki program BCA Berbagi Ilmu, di mana jajaran direksi memberikan kuliah umum di sejumlah perguruan tinggi dengan membahas berbagai tema yang relevan dengan perkembangan terkini.
Di bidang kesehatan, Bakti BCA antara lain mencakup program donor darah yang dilakukan secara rutin melalui kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).
Selain itu, BCA menjalankan program kesehatan mata melalui kerja sama dengan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), termasuk pemeriksaan kesehatan mata dan operasi katarak di sejumlah wilayah.
Antonius mengatakan, program kesehatan mata juga menyasar anak-anak dan masyarakat di berbagai daerah. Dalam kegiatan pemeriksaan terbaru, terdapat sekitar 3.500 orang yang menjalani pemeriksaan mata dan sekitar sepertiganya mengalami gangguan kesehatan mata.
“Harapan kami bahwa anak-anak muda jangan sampai kemudian punya gangguan terhadap mata. Karena mata ini kan jendela dunia, jendela masuknya pengetahuan,” katanya.
BCA juga menjalankan program pencegahan stunting melalui kerja sama dengan BKKBN. Antonius mengatakan, pencegahan stunting perlu dilakukan sejak masa kehamilan.
Dalam program lainnya, BCA bersama Kementerian Kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap ibu hamil yang dihimpun melalui klinik binaan BCA di Jakarta. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendeteksi secara dini risiko preeklamsia yang dapat membahayakan ibu maupun anak.
Baca Juga: BRI Money Changer Permudah Nasabah Tukar Valas di Lokasi Terdekat dan Strategis
Antonius menegaskan, program sosial BCA tidak dirancang sebagai kegiatan satu kali, melainkan dijalankan secara berkelanjutan dengan evaluasi dan penyesuaian program.
“BCA itu melakukan program-program atau inisiatif social initiative bukan sekali tendang. Jadi kita ini bicara berkelanjutan. Ketika bicara berkelanjutan, tentu nanti ada review, ada evaluasi,” jelasnya.
Terkait perluasan program kesehatan mata ke jenjang pendidikan lain, Antonius mengatakan program tersebut terbuka untuk diperluas, baik ke sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), maupun sekolah menengah atas (SMA).
Ia menilai, edukasi kesehatan mata semakin penting seiring tingginya penggunaan perangkat digital oleh masyarakat, termasuk anak-anak. “Edukasi menjadi penting,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News