Bawaslu: Teknologi perkuat demokrasi jika digunakan secara etis
Jakarta (ANTARA) - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Puadi menegaskan perkembangan teknologi akan memperkuat demokrasi apabila digunakan secara etis, diawasi secara transparan serta didukung partisipasi aktif masyarakat.
"Teknologi dapat memperkuat demokrasi, tetapi hanya apabila digunakan secara etis, kemudian diawasi secara transparan, kemudian didukung oleh partisipasi aktif masyarakat," kata Puadi saat membuka kegiatan Bawaslu Campus Connect: "Generasi Digital, Demokrasi Transparan" di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta, Rabu.
Puadi menilai perkembangan teknologi telah mengubah lanskap demokrasi, dari yang sebelumnya didominasi oleh media fisik, kini semakin didominasi oleh teknologi informasi.
Perkembangan teknologi informasi itu juga mulai menggeser pola kampanye, penyebaran informasi hingga pelaksanaan pengawasan pemilu ke ruang siber.
"Pemilu 2029 tidak hanya ditentukan oleh siapa yang datang ke TPS, tetapi juga oleh siapa yang mampu menjaga ruang digital tetap sehat dan mampu membedakan informasi yang benar dengan yang menyesatkan," ujarnya.
Oleh karena itu, ia menilai pengawasan pemilu tidak cukup hanya mengandalkan cara-cara konvensional, melainkan harus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi agar mampu merespons berbagai tantangan di ruang siber.
Puadi menegaskan pengawasan digital bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan civitas academica dan generasi muda, khususnya para mahasiswa.
"Pengawasan digital bukan hanya tanggung jawab Bawaslu, melainkan tanggung jawab kita bersama. Ini ada ruang kolaborasi," ujarnya.
Ia mengharapkan melalui program Bawaslu Campus Connect bisa melahirkan generasi muda yang melek teknologi, berintegritas dan punya kepedulian terhadap demokrasi.
"Saya berharap melalui Bawaslu Campus Connect ini lahir generasi muda yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian terhadap demokrasi," ucap Puadi.
Baca juga: Puadi: Pengawasan Pemilu harus beradaptasi dengan ruang digital
Baca juga: Puadi minta mahasiswa jadi pengawas partisipatif Pemilu
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.