Banyak Orang Rela Bayar Mahal untuk Beras Organik, Benarkah Lebih Sehat?

Banyak Orang Rela Bayar Mahal untuk Beras Organik, Benarkah Lebih Sehat?

 Lifestyle Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:33 WIB VIVA – Beras organik semakin mu...

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:33 WIB

VIVA – Beras organik semakin mudah ditemukan di berbagai supermarket, toko bahan pangan sehat, hingga platform belanja daring. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat, tidak sedikit orang yang mulai beralih dari beras biasa ke beras organik meski harganya relatif lebih mahal. 

Baca Juga

Banyak yang meyakini beras organik lebih baik untuk kesehatan karena diproduksi tanpa penggunaan pestisida dan pupuk sintetis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, benarkah anggapan tersebut sepenuhnya benar? Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa beras organik memang memiliki beberapa keunggulan, terutama dari sisi metode budidaya dan dampaknya terhadap lingkungan. 

Baca Juga

Meski demikian, para ahli juga menegaskan bahwa perbedaan kandungan gizi antara beras organik dan beras nonorganik tidak selalu signifikan. Agar tidak salah kaprah, berikut fakta yang perlu Anda ketahui tentang beras organik, sebagaimana dilansir dari Science ABC, Sabtu, 11 Juli 2026.

1. Beras organik belum tentu lebih bergizi

Baca Juga

Banyak orang menganggap beras organik pasti mengandung nutrisi yang jauh lebih tinggi daripada beras biasa. Faktanya, berbagai penelitian ilmiah belum menemukan bukti yang konsisten mengenai hal tersebut.

Kandungan vitamin, mineral, protein, maupun karbohidrat pada beras organik dan beras nonorganik umumnya tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Nilai gizi lebih banyak dipengaruhi oleh varietas padi, kondisi lahan, hingga proses pengolahan setelah panen.

Artinya, memilih beras organik tidak otomatis membuat asupan gizi Anda menjadi lebih tinggi dibandingkan mengonsumsi beras biasa.

2. Paparan residu pestisida sintetis cenderung lebih rendah

Salah satu alasan utama banyak orang memilih beras organik adalah karena sistem budidayanya membatasi penggunaan pestisida sintetis. Dengan metode tersebut, produk organik umumnya memiliki risiko residu pestisida sintetis yang lebih rendah dibandingkan produk hasil pertanian konvensional.

Meski begitu, para peneliti juga mengingatkan bahwa hingga saat ini belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa konsumsi beras organik secara langsung memberikan manfaat kesehatan jangka panjang dibandingkan beras biasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Cara budidayanya lebih ramah lingkungan

Keunggulan lain dari beras organik terletak pada proses produksinya. Pertanian organik berupaya menjaga kesehatan tanah melalui penggunaan pupuk alami, kompos, mikroorganisme, serta berbagai metode yang bertujuan mempertahankan keseimbangan ekosistem.

Halaman Selanjutnya

Selain itu, sistem pertanian organik juga mendorong keanekaragaman hayati dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis. Karena itu, banyak konsumen memilih beras organik bukan semata-mata untuk kesehatan pribadi, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.