Bank Dunia Bertahap Hentikan Pinjaman ke China
Liputan6.com, Jakarta - Bank Dunia atau World Bank mengatakan pada Kamis, 23 Juli 2026 akan secara bertahap menghentikan pinjaman ke China pada 2031. Hal itu sesuai dengan kerangka kerja kemitraan negara atau country partnership framework (CPF) untuk China.
Mengutip Yahoo Finance, Jumat (24/7/2026), AFP pertama kali melaporkan, Bank Dunia akan melakukan langkah ini bulan lalu. β Pinjaman IBRD akan terus dikurangi secara bertahap selama periode CPF, tidak melebihi US$ 2 miliar atau Rp 35,98 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.990),β tulis grup Bank Dunia atau World Bank Group dalam sebuah unggahan di situsnya.
CPF merupakan rencana yang disepakati bersama antara bank dan negara klien yang menguraikan prioritas pembangunan untuk periode multi-tahun.
"Pada prinsipnya, tidak ada lagi pinjaman yang diharapkan dari IBRD pada akhir periode CPF,β demikian seperti dikutip dari Yahoo Finance.
Grup World Bank mengatakan, CPF lima tahun itu menandai fase baru dalam kemitraan 45 tahun karena China beralih dari membutuhkan pembiayaan menjadi terutama membutuhkan bantuan teknis dan berbagi pengetahuan.
βSeiring berkembangnya kemitraan kita. Kita semakin fokus pada pengetahuan, inovasi dan solusi bersama,β ujar Direktur Operasi World Bank, Anna Bjerde.
Pinjaman Bank Dunia kepada China terus menurun dalam beberapa tahun terakhir seiring pertumbuhan pesat China dan penurunan indikator kemiskinan.
βSaat China mengatasi tantangan masyarakat yang menua, ekonomi yang bergeser, dan prioritas pembangunan lainnya, kami akan bekerja sama dengannya untuk menghasilkan ide-ide yang penting tidak hanya bagi China, tetapi juga bagi pasar negara berkembang di seluruh dunia,β ujar Bjerde.
Wakil Menteri Keuangan China, Liao Min, mengatakan China akan terus memperdalam keterlibatan dengan Bank Dunia, terlepas dari perubahan hubungan terkait pinjaman.
Rencana lima tahun baru Bank Dunia yang disepakati dengan China berfokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi sekaligus menyediakan lapangan kerja yang lebih baik, ketahanan sosial, dan ekonomi rendah karbon.