Bangka Tengah susun rencana induk pembangunan pariwisata 20 tahun - ANTARA News Bangka Belitung

Bangka Tengah susun rencana induk pembangunan pariwisata 20 tahun - ANTARA News Bangka Belitung

Koba, Babel, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menyusun arah pembangunan kepariwisataan untuk 20 tahun melalui Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kabupaten (RIPPARKAB) 2026–2045.

Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda di Koba, Selasa, mengatakan pariwisata merupakan sektor strategis yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan daerah, serta menjaga budaya dan lingkungan.

“Pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki efek domino sangat besar,” kata Efrianda saat Focus Group Discussion (FGD) laporan pendahuluan RIPPARKAB di Koba.

Menurut dia, Pemkab Bangka Tengah memiliki beragam potensi wisata, mulai dari bahari, alam perbukitan, sejarah, budaya hingga ekonomi kreatif yang perlu dikembangkan melalui perencanaan matang dan berkelanjutan.

Ia mengatakan penyusunan RIPPARKAB 2026–2045 penting untuk memastikan pengembangan pariwisata daerah memiliki arah yang jelas, terukur, berdaya saing, inklusif dan berbasis kearifan lokal.

“Rentang waktu 20 tahun ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia menekankan pembangunan pariwisata harus terintegrasi dengan sektor lain, termasuk Rencana Tata Ruang Wilayah, pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan hidup.

Ia juga meminta penyusunan RIPPARKAB menerapkan pendekatan pentahelix dengan melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas masyarakat dan media.

“Prinsip pariwisata berkelanjutan harus menjadi roh utama agar anak cucu kita masih bisa menikmati keindahan dan manfaat alam Bangka Tengah,” katanya.

Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Babel Yuanita mengatakan perguruan tinggi siap memberikan kontribusi keilmuan dalam penyusunan RIPPARKAB tersebut.

Ia menilai mahasiswa asing yang belajar di Unmuh Babel dapat dilibatkan untuk membantu mengenalkan potensi wisata Bangka Tengah melalui perspektif dan jejaring internasional.

“Kami berharap dokumen ini bukan hanya menjadi perencanaan, tetapi juga membantu tata kelola pariwisata di Kabupaten Bangka Tengah,” ujarnya.

Pewarta: Ahmadi
Editor : Feny Aprianti

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.