Astrid Widayani buka pameran dan bursa seni rupa alumni ISI Surakarta
Astrid Widayani buka pameran dan bursa seni rupa alumni ISI Surakarta
Sabtu, 3 Oktober 2026 11:15 WIB
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani secara simbolis melukis sebuah Vespa sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pameran di TBJT di Solo, Jawa Tengah, Jumat (2/10/2026) malam. ANTARA/HO-Humas Pemkot Surakarta
Solo (ANTARA) - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani membuka Pameran dan Bursa Seni Rupa Alumni ISI Surakarta Sinergi #4 “Tenun Imagi” di Galeri Seni Rupa, Taman Budaya Jawa Tengah, Solo, Jawa Tengah, Jumat malam.
Dalam pembukaan tersebut, Astrid juga secara simbolis melukis sebuah Vespa sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pameran.
Pameran yang berlangsung 2–9 Oktober 2026 ini menjadi ruang bagi para alumni STSI/ISI Surakarta untuk kembali berkarya, bersilaturahmi sekaligus mempertemukan berbagai gagasan dan ekspresi seni rupa. Pameran dibuka untuk masyarakat secara gratis setiap hari pukul 10.00–21.00 WIB.
Astrid menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Alumni STSI/ISI Surakarta yang terus menjaga semangat berkesenian dan berkarya. Menurutnya, seni tidak lahir dalam ruang kosong, melainkan tumbuh dari pengalaman, lingkungan, kebudayaan, perjumpaan antarmanusia, serta keberanian seniman menerjemahkan apa yang dilihat, dirasakan, dan dipikirkan ke dalam karya.
“Tema Tenun Imagi memiliki makna yang menarik. Tenun merupakan proses mempertemukan banyak helai menjadi satu kesatuan. Satu benang mungkin terlihat sederhana, tetapi ketika dipadukan dengan benang lainnya, dengan warna, pola, tekstur, dan keterampilan manusia, dapat menjadi sebuah karya yang memiliki makna,” kata Astrid.
Menurutnya, konsep tersebut juga menggambarkan bagaimana pengalaman, ingatan, tradisi, perubahan zaman, persoalan sosial, lingkungan hingga harapan masa depan dapat menjadi benang-benang gagasan bagi seorang seniman yang kemudian dirangkai menjadi karya.
Astrid menyebut pameran tersebut bukan sekadar ruang untuk menghadirkan dan menikmati karya seni, tetapi juga menjadi ruang dialog antara seniman dengan penikmat seni, pengalaman masa lalu dengan realitas hari ini, serta tradisi dengan berbagai kemungkinan baru di masa depan.
“Surakarta memiliki perjalanan panjang sebagai kota budaya. Dalam kehidupan kota, seni bukan hanya menjadi pelengkap, tetapi menjadi bagian dari identitas sekaligus dinamika masyarakat,” ujarnya.
Astrid menambahkan keberlangsungan ekosistem kebudayaan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, seniman, akademisi, komunitas, dunia usaha dan masyarakat. Pameran menjadi salah satu ruang penting untuk memberikan kesempatan kepada seniman berekspresi sekaligus membuka akses masyarakat untuk menikmati, memahami dan mengapresiasi karya seni.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai ruang silaturahmi alumni, tetapi berkembang menjadi ruang regenerasi, apresiasi, eksperimentasi dan pertemuan berbagai gagasan yang memperkaya kehidupan seni dan budaya di Surakarta dan Jawa Tengah.
“Dunia terus berubah, teknologi berkembang, cara manusia berkomunikasi berubah, dan cara masyarakat melihat lingkungan serta kebudayaan juga terus berkembang. Namun, seni tetap memiliki kekuatan yang tidak tergantikan, yaitu kemampuan manusia untuk memberikan makna terhadap apa yang terjadi di sekitarnya,” katanya.
Pameran Sinergi #4 “Tenun Imagi” turut menghadirkan puluhan seniman alumni STSI/ISI Surakarta dengan beragam karya seni rupa. Pembukaan pameran dimeriahkan penampilan Solo Guitar oleh Yoga Major Guitar serta Tari Kreasi Tradisi Dayak Kenyah Kutai Timur oleh Punati Mahinukia Alyaista.
Selain pameran, kegiatan tersebut menjadi bagian dari ruang pertemuan para alumni dan pelaku seni untuk memperkuat jejaring serta memperkenalkan karya seni kepada masyarakat.
Puluhan seniman turut berpartisipasi, di antaranya Agus Ari Nugroho, Agus Prayono, Agus Wahyudi, Agus Ardianto, Agus Satria, Agus Tri Purwanto, Agus Widiatmoko, Ana Nurhayati, Arif Rachman, Arianto Suryono, C. Wahyu Wicaksono, Cipyo Wibowo, Darto Setyow, Desi Anggraeni, Dian Setiawan, Eko Prasetyo, Elyia Susanti, Ferry Wibowo, Herianto, Hermininggih, Irawan Kurniawan, Joko Santoso, Lilik Bambang, Lufli B. Santoso, M. Dani Nursyam, Mulyana, Nanik Rahayu, Nia Kurniawati, Oktaviana R. Dwi Kristianto, P. M. Wulandari, Sari Yanti, Siti Aminah, Taufik Hidayat, Totok Sugiarto, Tri Wibowo, Wahyu Setyawan, Widi Astuti, Yudi Hermawan, Yudi Wuryanto, Zainal Arifin, Zahra Fadilah, Agus Prasetyo dan Rian Maulana.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.