Aspek Keselamatan Dorong Perubahan Strategi Industri Keramik |Republika Online
(Ilustrasi) Industri keramik membidik perubahan preferensi konsumen yang mulai mempertimbangkan aspek keselamatan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persaingan di industri keramik tidak lagi hanya bertumpu pada desain dan harga. Perubahan preferensi konsumen mendorong produsen mulai mengembangkan produk yang mengedepankan aspek keamanan, terutama untuk area rumah yang rentan licin.
Area seperti kamar mandi, dapur, teras, dan sekitar kolam renang menjadi lokasi yang memiliki risiko lebih tinggi menyebabkan seseorang terpeleset ketika permukaan lantai basah. Kondisi tersebut membuat aspek keamanan mulai menjadi salah satu pertimbangan dalam pemilihan material bangunan.
Marketing Director PT Platinum Ceramics Industry Jali Wijaya mengatakan, perusahaan melihat adanya perubahan preferensi konsumen yang kini mulai mempertimbangkan faktor keamanan selain tampilan produk.
“Belakangan kami melihat masyarakat tidak lagi hanya mempertimbangkan desain saat memilih material bangunan, tetapi juga aspek keamanan, terutama untuk area yang sering terkena air. Karena itu, inovasi yang kami kembangkan berupaya menjawab kedua kebutuhan tersebut, yakni menghadirkan permukaan yang lebih aman tanpa menghilangkan nilai estetikanya,” ujar Jali, Jumat (31/7/2026).
Merespons perubahan tersebut, kata dia, pihaknya memproduksi keramik anti-slip berstandar R12 yang ditujukan untuk area dengan tingkat kelembapan tinggi. Standar tersebut dikenal memiliki tingkat daya cengkeram yang lebih tinggi dibandingkan keramik untuk penggunaan umum sehingga dinilai lebih sesuai diterapkan pada area yang sering terkena air.
Menurut Jali, meningkatnya perhatian terhadap aspek keamanan menunjukkan bahwa fungsi material bangunan berkembang, tidak lagi hanya berorientasi pada estetika.
“Selama lebih dari lima dekade, kami terus mengembangkan produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Platinum Super Stop menjadi upaya kami menyediakan keramik yang juga memberikan nilai tambah melalui aspek keamanan yang semakin dibutuhkan oleh keluarga Indonesia,” jelasnya.
Perubahan preferensi konsumen tersebut diperkirakan akan mendorong produsen keramik memperkuat inovasi pada aspek fungsional, seiring meningkatnya permintaan terhadap material bangunan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan desain, tetapi juga mendukung keselamatan penghuni rumah.