Asing Balik Borong Saham RI, OJK Catat Net Buy Rp1,62 Triliun

Asing Balik Borong Saham RI, OJK Catat Net Buy Rp1,62 Triliun

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat arus modal asing mulai kembali mengalir ke pasar saham Indonesia pada Juli 2026. Setelah sepanjang tahun dibayangi aksi jual (foreign net sell), investor asing ki...

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat arus modal asing mulai kembali mengalir ke pasar saham Indonesia pada Juli 2026. Setelah sepanjang tahun dibayangi aksi jual (foreign net sell), investor asing kini membukukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp1,62 triliun, seiring membaiknya kinerja pasar modal domestik.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan, tekanan jual dari investor asing mulai mereda pada Juli. Kondisi tersebut berjalan beriringan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama bulan lalu.

"Tekanan jual oleh investor asing di pasar saham juga tercatat mereda sepanjang bulan Juli 2026. Tercatat adanya posisi net buy dari investor asing senilai Rp1,62 triliun," kata Hasan dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga: OJK Bentuk Satgas, Bursa Mineral Ditargetkan Beroperasi 1 Januari 2027

Masuknya kembali dana asing turut mengangkat kinerja pasar saham domestik. Hingga akhir Juli 2026, IHSG ditutup di level 6.236,13, atau menguat 10,51% secara bulanan (month to month/mtm).

OJK juga melihat kualitas perdagangan saham mengalami perbaikan. Salah satu indikatornya tercermin dari rata-rata bid-ask spread yang menyempit menjadi 1,33% pada Juli 2026, dibandingkan 1,75% pada bulan sebelumnya.

Penyempitan spread menunjukkan likuiditas pasar semakin baik sehingga transaksi saham berlangsung lebih efisien.

"Ini tentu sejalan dengan arah pemulihan pergerakan harga-harga saham di pasar kita," ujar Hasan.

Perbaikan tidak hanya terjadi di pasar saham. Dari pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) tercatat naik menjadi 430,46 pada akhir Juli 2026 atau meningkat 0,14% secara bulanan.

Minat investor asing terhadap instrumen pendapatan tetap juga tetap terjaga. Hingga 29 Juli 2026, investor asing masih membukukan net buy Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp6,39 triliun.

Di sisi lain, industri pengelolaan investasi juga menunjukkan tren positif. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana mencapai Rp663,26 triliun per 30 Juli 2026 atau tumbuh 1,59% secara bulanan.

Baca Juga: Kredit Naik 12,67 Persen, OJK Pastikan Likuiditas Perbankan Terjaga

Sementara itu, investor reksa dana mencatat net subscription sebesar Rp3,43 triliun sepanjang Juli 2026. Secara kumulatif sejak awal tahun (year to date), total dana masuk bersih ke produk reksa dana mencapai Rp1,29 triliun, mencerminkan minat investor yang masih terjaga terhadap instrumen investasi di pasar modal Indonesia.