Asian Games 2026: RI Sementara Belum Dapat Emas, Ini Evaluasi Menpora

Asian Games 2026: RI Sementara Belum Dapat Emas, Ini Evaluasi Menpora

Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir melakukan evaluasi sementara terhadap perolehan medali kontingen Indonesia di Asian Games 2026. Meski belum sesuai target, ia meminta seluruh atlet tetap fokus dan menjaga semangat hingga akhir pertandingan.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 memasuki hari kelima penyelenggaraan sejak resmi dibuka pada 19 September lalu. Indonesia saat ini mengoleksi sembilan medali, terdiri dari satu perak dan delapan perunggu.

Sejak awal, Indonesia memasang target empat medali emas. Namun, hingga kini belum satu pun medali emas berhasil diraih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu target yang belum sesuai proyeksi ialah cabang olahraga wushu. Wushu sebelumnya ditargetkan menyumbangkan satu medali emas melalui nomor taolu changquan putra. Namun, pada akhir pertandingan, Indonesia meraih medali perunggu.

"Untuk Wushu, targetnya memang emas. Hari ini yang kita dapat adalah perunggu. Kita apresiasi perjuangan atlet yang sudah berjuang memberikan medali untuk Indonesia, tetapi kita juga harus terbuka bahwa hasil tersebut belum sesuai dengan target yang sudah kita sepakati sejak awal," kata Erick dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).

Menurut Menpora berusia 56 tahun ini, kondisi tersebut menjadi bagian dari evaluasi yang harus dilakukan secara objektif bersama pimpinan cabor. Evaluasi bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan melihat apa yang terjadi di lapangan, faktor yang membuat capaian belum sesuai target, serta langkah perbaikan yang perlu dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

"Target itu bukan sekadar angka di atas kertas. Target menjadi komitmen bersama. Ketika hasilnya sesuai, tentu kita apresiasi. Ketika hasilnya belum sesuai, kita evaluasi bersama. Itu bagian dari proses membangun olahraga Indonesia yang lebih profesional dan terukur," tuturnya.

Kemenpora, lanjut Erick, akan terus melakukan monitoring terhadap pertandingan yang masih berlangsung dan berkoordinasi dengan para pimpinan cabor untuk memastikan seluruh potensi medali Indonesia dapat dimaksimalkan.

"Perjalanan Asian Games masih panjang. Kita tidak boleh berhenti. Yang paling penting sekarang kita terus dukung atlet yang bertanding, kita apresiasi perjuangan atlet. Sambil juga kita evaluasi apa yang belum sesuai, dan kita terus bergerak bersama sampai akhir Asian Games, sehingga kita pastikan setiap pertandingan diperjuangkan dengan maksimal untuk Merah Putih," tambahnya.

Konsistensi menjaga fokus hingga akhir Asian Games menjadi tugas seluruh unsur kontingen. Kemenpora tetap menargetkan empat medali emas kepada NOC (National Olympic Committee) Indonesia, Chef de Mission (CdM), dan para pimpinan cabang olahraga.

"Kemenpora tetap menargetkan empat medali emas kepada NOC Indonesia, CdM, dan para pimpinan cabang olahraga. Karena itu, meskipun ada target yang belum tercapai, kita tidak boleh kehilangan fokus. Kita akan terus melakukan evaluasi, memperkuat koordinasi dengan cabor, dan mengoptimalkan setiap peluang medali yang masih ada sampai pertandingan terakhir," kata Erick.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga terus berkoordinasi dan bersinergi dengan para pimpinan cabang olahraga untuk memonitor capaian kontingen Indonesia, sekaligus mengevaluasi raihan medali berdasarkan target yang telah disepakati bersama sebelum keberangkatan.

Erick mengatakan target medali Asian Games 2026 bukan ditetapkan secara sepihak oleh Kemenpora. Sebelum kontingen berangkat ke Jepang, Kemenpora bersama para pimpinan cabor telah membahas potensi, kesiapan, peluang, serta target masing-masing cabang dan nomor pertandingan.

"Kami sepakati targetnya bersama-sama. Jadi target ini bukan dibuat sepihak oleh Kemenpora, tetapi merupakan hasil pembahasan dan kesepakatan bersama. Karena itu, selama pertandingan berlangsung, kita juga harus bersama-sama melihat apakah capaian di lapangan sesuai dengan target yang sudah kita sepakati," tegas Erick.

(mcy/krs)