ASDP dukung evakuasi dan penanganan penumpang KMP Putri Yasmin

ASDP dukung evakuasi dan penanganan penumpang KMP Putri Yasmin

Mataram (ANTARA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberikan dukungan terhadap proses evakuasi dan penanganan penumpang KMP Putri Yasmin milik operator PT Jemla yang mengalami kebakaran saat melayani lintasan Padangbai-Lembar pada Rabu (12/8) sekitar pukul 04.30 WITA.

"Sebagai operator Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Lembar, ASDP memberikan dukungan sesuai kewenangan dan fasilitas pelabuhan, serta melakukan koordinasi dengan KSOP dan Basarnas dalam penanganan kejadian tersebut," kata Direktur Utama ASDP, Heru Widodo dalam keterangan resmi diterima di Mataram, Rabu.

Ia mengatakan bahwa keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama dalam penanganan kejadian tersebut.

"Fokus utama kami saat ini adalah mendukung proses evakuasi dan memastikan penumpang yang berhasil dievakuasi mendapatkan penanganan sebaik-baiknya. ASDP bersama seluruh pihak terus mengerahkan dukungan yang diperlukan, baik dalam proses evakuasi di lokasi maupun penanganan setibanya penumpang di pelabuhan," ujarnya.

Dalam proses evakuasi, KMP Portlink II milik ASDP yang saat kejadian berada di sekitar lokasi turut membantu mengevakuasi penumpang. Berdasarkan informasi yang diterima, sebanyak 35 orang telah dievakuasi menggunakan KMP Portlink II dan dibawa menuju Pelabuhan Lembar.

Setibanya di pelabuhan, ASDP menyiapkan fasilitas dan dukungan yang diperlukan untuk menerima penumpang hasil evakuasi, antara lain area penerimaan, akses ambulans, fasilitas P3K, jalur evakuasi, pengamanan dan sterilisasi area, serta fasilitas pendukung lainnya sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

"Yang menjadi fokus kami dari sisi pelabuhan adalah memastikan ketika penumpang hasil evakuasi diarahkan ke pelabuhan, seluruh fasilitas yang dibutuhkan telah siap. Kami juga memastikan koordinasi dengan instansi terkait berjalan dengan baik agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat," terang Heru.

Dalam proses penanganan-nya, ASDP juga terus melakukan pendataan dan dokumentasi atas informasi yang diterima serta terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Untuk informasi mengenai kondisi kapal, jumlah penumpang dan awak kapal, proses evakuasi dari kapal, maupun perkembangan kondisi korban, ASDP mengacu pada informasi resmi dari pemangku kepentingan terkait lainnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Lembar, Syamsurizal, mengatakan koordinasi lintas instansi terus dilakukan dalam mendukung penanganan kejadian tersebut.

"Keterlibatan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi merupakan bagian dari respons terhadap keadaan darurat dan mendukung upaya pertolongan yang sedang dilakukan. Koordinasi dengan seluruh pihak terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan penumpang dan awak kapal," ujar Syamsurizal.

Saat ini, proses penanganan dan koordinasi antar-instansi masih terus berlangsung di wilayah Lembar. ASDP terus memastikan kesiapan fasilitas dan personel di Pelabuhan Padangbai maupun Pelabuhan Lembar untuk mendukung kebutuhan penanganan sesuai kewenangan dan arahan instansi yang berwenang.

ASDP berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dalam proses evakuasi dan penanganan penumpang serta awak kapal terdampak melalui kesiapan fasilitas kepelabuhanan, personel, dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan berjalan dengan maksimal.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi menegaskan tim SAR gabungan terus mengintensifkan pencarian dan penanganan korban pasca-insiden terbakarnya sebuah kapal penumpang di perairan Selat Lombok, Rabu pagi pukul 04.15 WITA.

"Berdasarkan data sementara yang terkonfirmasi di Posko SAR hingga saat ini, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 173 orang. Dari jumlah tersebut, 172 orang dinyatakan selamat, sementara satu orang dilaporkan meninggal dunia," ujarnya di Mataram, Rabu.