AS Hentikan Serangan, Iran Langsung Pasang Syarat Ini ke Trump
Jakarta, CNBC Indonesia - Iran membuka peluang meredanya konflik dengan Amerika Serikat (AS) setelah Washington menghentikan sementara serangan udaranya. Namun, Teheran menegaskan penghentian serangan hanya akan berlanjut jika pemerintahan Presiden Donald Trump tidak kembali melancarkan pemboman.
"Posisi Iran tetap 'serangan dibalas serangan'. Jika serangan berhenti, Iran juga akan menghentikan operasinya. Pesan itu telah disampaikan kepada Amerika Serikat," kata seorang pejabat senior Iran dengan syarat anonim kepada Reuters, Minggu (26/7/2029).
Pernyataan itu muncul setelah Pentagon menghentikan kampanye pemboman terhadap Iran sejak Jumat malam. Selama dua hari terakhir, tidak ada serangan udara AS yang dilaporkan. Iran juga menahan diri untuk tidak melancarkan serangan balasan ke negara-negara tetangga yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, setelah sebelumnya kedua pihak saling menyerang selama 13 malam berturut-turut.
Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Mike Waltz mengatakan Trump sengaja menghentikan sementara operasi militer guna membuka ruang bagi jalur diplomasi. "Dia memberi ruang bagi pembicaraan, dia memberi sedikit kelonggaran," ujar Waltz dalam sebuah wawancara.
Di balik keputusan tersebut, sejumlah pejabat AS mengungkapkan operasi militer selama hampir dua pekan telah menghabiskan sebagian besar target yang sebelumnya telah ditetapkan. Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine juga disebut memperingatkan Trump bahwa melanjutkan serangan besar berisiko menguras persediaan amunisi, termasuk rudal pencegat yang digunakan sistem pertahanan udara AS di Timur Tengah. Namun, Kantor Caine maupun Komando Pusat AS menolak memberikan komentar.
Dalam wawancara terpisah, Waltz menegaskan kemampuan tempur AS masih memadai. Meski begitu, ia mengakui Menteri Pertahanan Pete Hegseth mewarisi kondisi stok persenjataan yang sudah menipis saat mulai menjabat di pemerintahan Trump.
"Militer AS memiliki semua yang dibutuhkan," katanya.
Sementara itu, Teheran belum sepenuhnya percaya penghentian serangan tersebut menandai perubahan sikap Washington. Seorang sumber senior Iran mengatakan pemerintah memandang langkah Trump lebih sebagai manuver taktis dibanding upaya damai yang sungguh-sungguh.
"Ada lebih banyak skeptisisme daripada optimisme. Pandangan yang berlaku adalah bahwa penghentian tersebut bersifat taktis, bukan tulus. Iran memiliki pengalaman pahit dengan apa yang dianggap sebagai tipu daya AS," ujarnya.
Laporan sejumlah media AS menyebut keputusan menghentikan pemboman diambil setelah Trump menerima masukan dari para penasihat militer dan politik senior. CNN melaporkan Wakil Presiden JD Vance menyampaikan keberatan terhadap kelanjutan operasi, sementara Axios menyebut Komandan Komando Pusat AS Laksamana Brad Cooper menyarankan penghentian serangan karena efektivitas kampanye militer dinilai telah mencapai batas.
Meski serangan untuk sementara berhenti, ketidakpastian masih menyelimuti Iran. Nader, seorang pengusaha impor-ekspor di Teheran, mengaku belum yakin jeda konflik akan bertahan lama.
"Semua orang di negara ini terjebak dalam ketidakpastian. Trump sedang bermain-main dengan Iran. Dia tidak mengakhiri perang dan meninggalkan kawasan, tetapi juga tidak melancarkan serangan yang menentukan. Ini sangat melelahkan," katanya.
(tfa/tfa)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]