Apple Kasih Peringatan, Pengguna iPhone Lama Harus Segera Update
Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa teknologi Apple mengeluarkan peringatan keamanan mendesak bagi jutaan pengguna perangkatnya. Celah berbahaya yang sudah diketahui disusupi peretas kini telah ditambal, dan siapa saja yang belum memperbarui sistem operasi diminta melakukannya secepat mungkin, dikutip dari laporan Tom's Guide, Jumat (2/10/2026).
Pembaruan ini dirilis setelah tim keamanan Apple menemukan bukti bahwa celah tersebut sudah sedang dipakai di dunia nyata untuk menyerang pengguna. Celah dengan kode CVE-2026-86950 terletak pada bagian inti sistem yang mengatur tampilan gambar dan dokumen, sehingga bahayanya sulit dideteksi dari luar.
Celah ini berada di CoreGraphics, kerangka kerja yang menangani segala bentuk tampilan visual baik di iPhone, iPad, maupun Mac. Secara sederhana, ini adalah bagian sistem yang membaca dan menampilkan gambar, foto, serta dokumen seperti PDF. Karena bekerja di latar belakang setiap kali Anda membuka berkas apa pun, kerusakan di sini sangat berbahaya.
Penyerang dapat menyusupkan kode jahat ke dalam gambar atau dokumen yang tampak biasa saja. Ketika berkas itu dibuka, sistem akan mengeksekusi perintah yang tidak diketahui pengguna, sehingga peretas dapat menjalankan program apa pun di perangkat tersebut. Dampaknya bisa berupa aplikasi yang tiba-tiba berhenti, perangkat yang sering macet, hingga pengambilan alih kendali sebagian atau seluruh sistem.
Apple menyebutkan serangan yang memanfaatkan celah ini bersifat sangat tertarget saat ini. Artinya, pelaku memilih sasaran secara khusus, bukan menyebar secara acak ke mana-mana. Namun pengalaman menunjukkan bahwa celah yang sudah diketahui dan dipakai sekali akan dipelajari dan disebarkan oleh kelompok peretas lain. Apa yang hari ini menyerang sedikit orang, besok bisa menjadi ancaman yang menyasar siapa saja yang belum melindungi perangkatnya.
iPhone Apa Saja yang Terpengaruh?
Pembaruan yang dirilis mencakup perangkat yang menjalankan sistem operasi berikut:
- iOS 26.7.1 untuk iPhone
- iPadOS 26.7.1 untuk iPad
- macOS Tahoe 26.7.1 untuk komputer Mac
- macOS Sequoia 15.8.1 untuk generasi Mac sebelumnya
Artinya, bahkan perangkat yang sudah berusia beberapa tahun tetap menerima perlindungan ini. Ini berbeda dengan pembaruan fitur yang kadang tidak tersedia di perangkat lama. Kali ini Apple tetap menambal celah tersebut agar pengguna yang belum berganti perangkat tidak tertinggal tanpa perlindungan.
Banyak pengguna di Indonesia yang menunda pembaruan dengan alasan takut memori penuh atau perangkat menjadi lambat. Namun dalam kasus ini, penundaan justru membuka pintu bagi ancaman. Berikut langkah yang dapat dilakukan:
- Buka Pengaturan > Umum > Pembaruan Perangkat Lunak
- Jika tersedia pembaruan, ketuk Pasang Sekarang
- Pastikan baterai cukup atau perangkat terhubung ke sumber listrik
- Lakukan pembaruan melalui jaringan internet yang stabil
Berkas yang dikirim baik melalui pesan, media sosial, maupun email yang tidak dikenal menjadi jalur yang paling sering dipakai. Jika menerima berkas yang mencurigakan, sebaiknya jangan dibuka sebelum memastikan pengirimnya benar-benar orang yang dikenal.
Celah yang sudah dieksploitasi di dunia nyata dianggap sebagai ancaman tingkat tertinggi dalam dunia keamanan siber. Artinya, metode penyerang sudah berjalan dan terbukti berhasil. Setiap hari yang berlalu tanpa pembaruan memperbesar peluang perangkat menjadi sasaran. Kerusakan yang ditimbulkan dapat berupa pencurian data pribadi, kata sandi, hingga informasi keuangan yang tersimpan di dalam ponsel.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]