Ada Apa di Balik Karhutla Tahura Bukit Soeharto? OIKN Ungkap Temuan di Lapangan
Moehamad Dheny Permana
| 16 September 2026, 11:00 WIB

Karhutla yang terjadi di wilayah perbatasan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (3/9/2026).
AKURAT.CO Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyoroti dugaan keterlibatan aktivitas manusia dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Myrna Asnawati Safitri, mengatakan, indikasi yang ditemukan di lapangan menunjukkan kebakaran tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas manusia.
Karena itu, penyebab kebakaran dan pihak yang bertanggung jawab perlu ditelusuri lebih lanjut sesuai kewenangan dan ketentuan hukum.
“Secara regulasi, pembukaan lahan di kawasan ini tidak diperbolehkan, terlebih dengan cara membakar. Indikasi yang kami temukan menunjukkan adanya aktivitas manusia yang berkaitan dengan terjadinya kebakaran. Penyebab dan pihak yang bertanggung jawab tentu perlu ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku,” ujar Myrna, Rabu (16/9/2026).
Ia menegaskan bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar tidak diperbolehkan, terutama di kawasan konservasi seperti Tahura Bukit Soeharto.
OIKN menyatakan komitmennya untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencegah praktik pembukaan lahan secara ilegal di kawasan IKN.
Myrna menjelaskan, Tahura Bukit Soeharto memiliki catatan kebakaran hutan dan lahan yang berulang dalam dua hingga tiga dekade terakhir.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebakaran dapat merusak tutupan hutan serta mengganggu keberlangsungan ekosistem yang membutuhkan waktu panjang untuk kembali pulih.
Atas kondisi tersebut, OIKN mengajak masyarakat, pelaku usaha, serta seluruh pihak terkait untuk terlibat dalam upaya pencegahan karhutla.
Menurut OIKN, upaya mencegah kebakaran berulang membutuhkan komitmen yang diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan.
“Kami mengimbau seluruh pihak untuk menjaga komitmen bersama. Komitmen ini tidak cukup hanya menjadi imbauan atau tertulis di atas kertas, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata untuk melindungi Tahura Bukit Soeharto,” kata Myrna.
Baca Juga: Program SULAP PIK2 Ubah Sampah Jadi Akses Air Bersih untuk Warga Tangerang