Aceh mulai beralih ke rehab rekon dengan fokus pemulihan infrastruktur dan huntap - ANTARA News Aceh

Aceh mulai beralih ke rehab rekon dengan fokus pemulihan infrastruktur dan huntap - ANTARA News Aceh

Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Aceh mengakhiri masa transisi darurat dan menuju pemulihan ke rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana hidrometeorologi Aceh, dengan fokus pada pembangunan infra...

Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Aceh mengakhiri masa transisi darurat dan menuju pemulihan ke rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana hidrometeorologi Aceh, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur hingga hunian tetap (huntap).

"Berdasarkan hasil evaluasi, pemerintah Aceh telah siap memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi," kata Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah dalam rapat bersama Mendagri Tito Karnavian secara virtual, di Banda Aceh, Selasa.

Dirinya menegaskan, peralihan ke rehab-rekon tersebut tidak berarti memberhentikan penanganan kedaruratan, dukungan kepada kabupaten/kota yang masih berpotensi terdampak bencana tetap dilaksanakan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Kami menegaskan bahwa berakhirnya masa transisi darurat tidak berarti penanganan kedaruratan berhenti. Rehab rekon bukan berarti daerah terdampak bencana telah selesai," ujarnya.

Tetapi, kata dia, masa rehab rekon tersebut sebagai penanda mulai dilaksanakannya pembangunan permanen, dengan anggaran yang telah dialokasikan untuk Aceh periode 2026-2028 sebesar Rp58,  triliun. 

Fadhlullah menyampaikan, berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari percepatan pembangunan fisik, sinkronisasi dan validasi data, koordinasi dengan 23 kementerian/lembaga, hingga penyiapan pembiayaan. 

‎Dirinya menegaskan, masa rehab-rekon ini bakal berfokus pada pembangunan infrastruktur, terutama akses jalan dan jembatan nasional, seperti jembatan Kutablang Bireuen, Krueng Tingkeum harus segera berfungsi maksimal.

Memang, lanjut dia, sementara ini jalan dan jembatan nasional di Aceh sudah dapat dilalui meskipun belum maksimal karena hanya mengandalkan akses darurat seperti jembatan bailey, Armco dan lainnya.

"Sementara ini sudah jalan akses nasional walaupun jembatan bailey, tapi difungsikan. Maka kita kembali menata untuk permanen semuanya," ujarnya.

Berdasarkan data pemerintah Aceh, untuk jalan nasional di Aceh sudah fungsional semua (46 titik), jalan daerah 1.543 titik dari 1.638 terdampak, jembatan nasional juga telah berfungsi (23 titik), dan jembatan daerah sebanyak 378 fungsional dari 655 terdampak.

Selain itu, masa rehab-rekon ini memprioritaskan penyelesaian pembangunan hunian tetap (huntap), mengingat masyarakat sudah tidak ingin berlama-lama di huntara.

Untuk huntap di Aceh direncanakan sebanyak 37.107 unit, dan sejauh ini pembangunan selesai masih 3,57 persen atau 397 unit selesai, dan 1.328 masih dalam proses.

Selain itu, sektor pertanian juga menjadi penanganan yang harus diutamakan, lalu normalisasi sungai, muara, perikanan, fasilitas pendidikan, rumah ibadah, bantuan sosial serta pemulihan perekonomian.

"‎Memasuki masa rehab rekon, hal utama yang harus segera diselesaikan adalah infrastruktur, area yang terdampak lain seperti sawah dan huntap. Karena masyarakat tidak mau berlama-lama di huntara, kita pastikan ini berjalan cepat," demikian Fadhlullah.

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.