7 Kesalahan yang Bikin Investasi Emas Kurang Untung, Hindari Kalau Tak Mau Rugi
Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:30 WIB
VIVA – Banyak orang mengira investasi emas pasti untung karena nilainya cenderung naik dalam jangka panjang. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya keliru, tetapi juga tidak selalu benar.
Baca Juga
Faktanya, ada investor yang mampu meraih keuntungan optimal, sementara sebagian lainnya justru memperoleh hasil yang tidak sesuai harapan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perbedaannya sering kali bukan terletak pada harga emas, melainkan pada kebiasaan saat berinvestasi. Kesalahan yang terlihat sepele dapat berdampak pada potensi keuntungan yang diperoleh.
Baca Juga
Karena itu, penting untuk mengetahui kebiasaan apa saja yang sebaiknya dihindari agar investasi emas memberikan hasil yang lebih maksimal. Berikut informasi selengkapnya, sebagaimana dilansir dari Forbes, Selasa, 4 Agustus 2026.
1. Membeli Emas karena Ikut Tren
Baca Juga
Ketika harga emas mencetak rekor atau ramai dibicarakan di media sosial, banyak orang tergoda untuk ikut membeli. Padahal, keputusan investasi yang didasarkan pada rasa takut ketinggalan atau fear of missing out sering kali membuat seseorang membeli di harga yang sudah tinggi.
Sebelum membeli emas, pastikan keputusan tersebut didasarkan pada tujuan investasi dan kondisi keuangan Anda, bukan semata karena mengikuti tren.
2. Berharap Untung Besar dalam Waktu Singkat
Sebagian investor memiliki ekspektasi bahwa harga emas akan melonjak dalam hitungan minggu atau bulan. Ketika harapan tersebut tidak terwujud, mereka menjadi kecewa dan buru buru menjual aset yang dimiliki.
Padahal, emas lebih dikenal sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang. Nilainya cenderung meningkat seiring waktu, sehingga membutuhkan kesabaran agar potensi keuntungannya dapat dirasakan.
3. Menaruh Terlalu Banyak Dana di Emas
Emas memang dikenal sebagai aset yang relatif stabil. Namun, bukan berarti seluruh dana investasi sebaiknya ditempatkan pada instrumen ini.
Portofolio yang sehat tetap memerlukan diversifikasi agar risiko dapat tersebar. Dengan memiliki beberapa jenis aset, Anda tidak bergantung sepenuhnya pada pergerakan harga emas.
4. Tidak Memperhitungkan Biaya Tambahan
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Saat menghitung keuntungan, sebagian orang hanya membandingkan harga beli dan harga jual emas. Padahal, masih ada biaya lain yang perlu diperhatikan.
Untuk emas fisik, misalnya, terdapat selisih harga beli dan jual yang dapat memengaruhi keuntungan. Sementara pada layanan investasi tertentu, bisa saja terdapat biaya administrasi atau biaya lainnya yang perlu dipertimbangkan sebelum bertransaksi.
Halaman Selanjutnya
5. Terlalu Sering Jual Beli