576 pelajar ikuti lomba Marturi dan seni tari di Madina - ANTARA News Sumatera Utara
Madina (ANTARA) - Sebanyak 576 pelajar mengikuti lomba Marturi dan seni tari tingkat pelajar yang digelar Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia di Taman Kota Panyabungan, Rabu (12/8).
Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Madina Afrizal Nasution mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan dan melestarikan budaya daerah kepada generasi muda.
"Perlombaan seperti Marturi dan seni tari bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan maupun meraih juara, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, pendidikan, kebersamaan, dan identitas masyarakat," katanya saat membacakan pidato Bupati Madina.
Menurut dia, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah. Karena itu, pelajar perlu diberi ruang untuk mengenali, mempelajari, menjaga, dan mengembangkan warisan budaya Mandailing.
"Generasi muda harus menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah. Dengan mempelajari dan mengembangkan budaya, kita turut memastikan warisan ini tidak hilang dan tetap dikenal oleh generasi berikutnya," ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Madina Muhammad Faisal Situmorang mengatakan kegiatan tersebut merupakan program Bidang Kebudayaan yang bertujuan melestarikan nilai-nilai budaya, seni, dan budi pekerti masyarakat Madina.
"Selain untuk melestarikan budaya dan tradisi daerah, kegiatan ini juga merupakan rangkaian dalam memeriahkan HUT ke-81 RI di Madina," katanya.
Ia menjelaskan dari 576 peserta, sebanyak 288 orang mengikuti lomba Marturi yang terbagi dalam 16 grup tingkat SD, 12 grup SMP, dan sembilan grup SMA.
Sedangkan lomba seni tari diikuti 288 peserta yang tergabung dalam 20 grup tingkat SD dan 18 grup tingkat SMP.
Faisal mengatakan lomba tersebut tidak hanya ditujukan untuk mencari juara, tetapi juga menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan bakat dan kreativitas di bidang seni sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah.
"Kita ingin anak-anak kita berani tampil, memiliki kreativitas dan membentuk karakter. Mereka juga diharapkan semakin mencintai budaya daerah serta menghargai keberagaman seni yang ada di Madina," katanya.
Perkuat Upaya Marturi Menuju WBTB
Pelestarian Marturi melalui pelibatan pelajar tersebut menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlangsungan tradisi lisan Mandailing.
Sebelumnya, revitalisasi Marturi telah dilakukan melalui sosialisasi, forum diskusi kelompok, pelatihan, dokumentasi, serta penyusunan naskah akademik. Rangkaian tersebut dipersiapkan sebagai bahan pendukung pengajuan Marturi sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Mandailing kepada Kementerian Kebudayaan.
Marturi merupakan salah satu bentuk sastra lisan khas Mandailing yang memuat nilai moral, petuah, dan sejarah lokal yang disampaikan secara naratif dalam bentuk pertunjukan. Karena itu, keberlangsungannya membutuhkan keterlibatan generasi muda agar tradisi tersebut tetap hidup dan diwariskan lintas generasi.
Melalui kegiatan di lingkungan sekolah, Marturi tidak hanya didokumentasikan sebagai bagian dari proses pengusulan WBTB, tetapi juga terus diperkenalkan dan dipraktikkan oleh generasi muda.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat pelestarian Marturi sekaligus mendukung proses pengusulannya sebagai Warisan Budaya Takbenda dari Mandailing Natal.
Pewarta: Holik
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.