40 UMKM wilayah Banyumas Raya tampil di Karya Kreatif Indonesia 2026 di Jakarta
40 UMKM wilayah Banyumas Raya tampil di Karya Kreatif Indonesia 2026 di Jakarta
Jumat, 21 Agustus 2026 18:36 WIB
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto Aswin Gantina. ANTARA/HO-Pemkab Purbalingga
Purwokerto (ANTARA) - Sebanyak 40 UMKM dari wilayah Banyumas Raya tampil dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta untuk memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing, serta memperkenalkan produk unggulan daerah ke pasar nasional dan internasional.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto Aswin Gantina di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat, mengatakan keikutsertaan UMKM Banyumas Raya menjadi bagian dari komitmen pengembangan usaha melalui penguatan kapasitas, digitalisasi, pembiayaan, serta perluasan akses pasar dan jaringan kemitraan bagi pelaku usaha lokal.
“Di Banyumas Raya (Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara), Bank Indonesia Purwokerto bersinergi dengan pemerintah daerah memiliki komitmen dalam mendorong peningkatan daya saing UMKM melalui berbagai program pengembangan dari hulu ke hilir,” katanya.
Ia mengatakan hingga Agustus 2026, KPwBI Purwokerto telah mendampingi dan mengembangkan 180 UMKM binaan serta 300 UMKM mitra, mayoritas bergerak di sektor industri makanan dan minuman dengan produk unggulan kopi dan gula kelapa.
Menurut dia, pengembangan dilakukan melalui kurasi dan peningkatan kapasitas, pendampingan digitalisasi, perluasan akses pasar, fasilitasi UMKM berorientasi ekspor, pengembangan UMKM hijau, perluasan pembiayaan, serta penguatan ekonomi syariah.
Hingga Agustus 2026, fasilitasi pembiayaan menghasilkan komitmen sebesar Rp800 juta kepada lima UMKM.
Dari sisi digitalisasi, seluruh UMKM binaan telah menggunakan QRIS dan lebih dari 150 UMKM telah melakukan "onboarding" pada "marketplace" atau platform digital.
“Upaya pengembangan juga diarahkan pada pemberdayaan perempuan serta penguatan UMKM berbasis ekonomi sirkular dan pemanfaatan bahan lokal,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan KKI 2026 diselenggarakan Bank Indonesia pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, dengan tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”.
Dari 40 UMKM Banyumas Raya yang tampil dalam KKI 2026, sebanyak 10 UMKM mengikuti pameran secara langsung di JICC, yakni Benang Emas, Kharisma Kerang Indonesia, D&D Craft, KUB Pringmas, Batik Martadireja, DK Fashion, Kopi Katresnan (Koperasi Pageland), CV Bunga Palm, Wins Brown Sugar dan Abon Koki.
Sementara itu, 30 UMKM lainnya berpartisipasi melalui pameran daring pada platform Karya Kreatif Indonesia.
Secara keseluruhan, pameran luring KKI 2026 diikuti lebih dari 550 UMKM, sedangkan pameran daring melibatkan lebih dari 1.300 UMKM.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.
KKI 2026 mengangkat semangat “BeudayaMeusareSare” dari Aceh yang bermakna berdaya bersama-sama. Gelaran tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana alam.
Aswin mengharapkan keikutsertaan UMKM Banyumas Raya dapat membuka peluang pasar lebih luas sekaligus memperkuat kemampuan pelaku usaha lokal meningkatkan kualitas produk dan membangun jejaring kemitraan.
Ia mengatakan penguatan daya saing diperlukan agar produk UMKM Banyumas Raya tidak hanya mampu bertahan di pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar ekspor.
“Melalui sinergi Bank Indonesia, pemerintah daerah, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya, pengembangan UMKM Banyumas Raya diharapkan semakin terintegrasi dan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Aswin.
Baca juga: Pemkab Banyumas segel pabrik hebel PT IKN di Losari
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.