2.400 Unit LRT City Belum DIserahterimakan, Ara: Tolong Hukum Ditegakkan Supaya Ada Efek Jera

2.400 Unit LRT City Belum DIserahterimakan, Ara: Tolong Hukum Ditegakkan Supaya Ada Efek Jera

AKURAT.CO Persoalan proyek hunian LRT City masih menyisakan pekerjaan rumah. Dari sekitar 5.400 unit yang telah terjual, sebanyak 2.400 unit di antaranya hingga kini belum diserahterimakan kepada konsumen.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait atau Ara Sirait, meminta seluruh pihak yang bertanggung jawab atas persoalan tersebut segera menyelesaikan kewajibannya. 

Pemerintah juga menekankan agar konsumen yang telah membeli hunian tidak kembali menjadi pihak yang dirugikan.

Baca Juga: ADHI Buka Suara Soal Suntikan Dana Danantara di Proyek LRT City

“Siapa yang bertanggung jawab, harus bertanggung jawab, dan tolong hukum ditegakkan supaya ada efek jera. Jangan lagi seperti ini, berulang-ulang terus,” kata Maruarar dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (16/9/2026).

Berdasarkan pemetaan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dari sekitar 5.400 unit LRT City yang telah terjual, sekitar 3.000 unit telah diserahterimakan kepada konsumen. 

Sementara sekitar 2.400 unit lainnya masih belum dapat diserahterimakan dan tersebar di sejumlah proyek LRT City. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena menyangkut hak konsumen yang telah membeli hunian. 

Maruarar mengatakan penyelesaian proyek tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memberikan kepastian kepada masyarakat yang telah memenuhi kewajibannya sebagai pembeli. “Siapa yang bertanggung jawab, harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Ara mengatakan pihaknya akan mengawal proses penyelesaian persoalan tersebut bersama pihak-pihak terkait. Salah satu tahapan yang disepakati adalah inventarisasi jumlah konsumen yang terdampak.

Inventarisasi tersebut ditargetkan rampung pada awal Oktober mendatang. Hasil pendataan akan menjadi bagian dari proses untuk menentukan langkah penyelesaian proyek dan memastikan konsumen yang terdampak mendapatkan kepastian.

Maruarar sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan BP BUMN, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), serta perwakilan konsumen LRT City. Pertemuan tersebut membahas penyelesaian proyek sekaligus pemenuhan hak konsumen.