184 ribu KPM di Surabaya rasakan manfaat bantuan pangan - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota Surabaya menyebut sebanyak 184 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Surabaya merasakan manfaat program bantuan pangan yang diselenggarakan pemerintah kota setempat dan Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Pemkot Surabaya Anna Fajriatin di Surabaya, Senin, mengatakan program tersebut untuk alokasi bulan Juli, Agustus, dan September 2026.
"Penyaluran serentak ini ditargetkan tuntas pada 15 September," katanya di sela-sela meninjau langsung proses distribusi di Kecamatan Jambangan, Surabaya.
Ia mengatakan, setiap KPM menerima total 30 kilogram beras sekaligus untuk jatah tiga bulan, di mana per bulannya warga mendapatkan 10 kilogram.
“Ini merupakan program dari pemerintah pusat untuk mengintervensi pengeluaran warga rentan dan tidak mampu. Pemkot Surabaya bertugas melakukan verifikasi data hingga membantu mekanisme penyaluran di lapangan," ujar Anna.
Untuk memastikan penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran, Anna menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya berkolaborasi dengan jajaran Karang Taruna.
Lokasi pembagian tidak hanya dipusatkan di kantor kelurahan atau balai RW, melainkan menyesuaikan pemetaan lokasi yang telah disepakati oleh para camat dan lurah melalui koordinasi sebelumnya.
“Dalam proses penyalurannya, kami menggandeng adik-adik Karang Taruna di wilayah tersebut untuk membantu melakukan verifikasi data,” katanya.
Ia berharap bantuan beras berkesinambungan ini dapat secara nyata meringankan beban ekonomi warga kurang mampu, khususnya dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok sehari-hari.
“Tentunya kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban warga yang membutuhkan,” katanya.
Pimpinan Cabang Bulog Kantor Cabang (Kancab) Surabaya, Nur Fuad Indra Mitra menegaskan bahwa Penyaluran Bantuan Pangan Komoditas Beras merupakan program strategis dari pemerintah pusat yang bertujuan langsung untuk menjaga ketahanan pangan dan menekan pengeluaran masyarakat rentan.
"Kami berharap program ini dapat meringankan beban kebutuhan pokok Bapak dan Ibu sekalian, sehingga potensi kerawanan pangan di tingkat keluarga dapat teratasi dengan baik," katanya.
Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.