127 jembatan Garuda lancarkan konektivitas warga Sumbar pascabencana

127 jembatan Garuda lancarkan konektivitas warga Sumbar pascabencana

Parik Malintang (ANTARA) - Sebanyak 127 jembatan Garuda Merah Putih yang dibangun Komando Daerah Militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol bersama masyarakat telah melancarkan konektivitas warga Sumatera Barat pascamengalami bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir 2025.

"Penerima manfaatnya sangat banyak sekali. Akses ini benar-benar menghubungkan nagari, baik untuk anak-anak sekolah maupun masyarakat yang mengangkut hasil bumi dan berkebun," kata Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada di Padang Pariaman, Sabtu.

Ia mengatakan TNI membangun jembatan perintis tersebut secara gotong royong sebanyak 134 unit namun yang telah beroperasi baru 127 unit sedangkan tujuh unit lainnya masih dalam tahapan penyelesaian akhir.

Ia menyampaikan jembatan-jembatan tersebut merupakan akses vital masyarakat karena menghubungkan nagari serta memudahkan arus distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat setempat.

Selain akses jalan dan jembatan, kata dia TNI juga membangun fasilitas sumur bor air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah-wilayah terdampak.

Pangdam mengatakan pihaknya berencana melanjutkan program pembangunan infrastruktur tersebut pada bulan September mendatang guna memperluas dampak positif terhadap perekonomian dan kesejahteraan warga.

"Rencananya pada bulan September juga akan dilaksanakan pembangunan Jembatan Garuda di 22 titik lokasi baru. Kemudian juga akan dibangun 97 unit sumur bor air bersih di berbagai wilayah Sumatera Barat," katanya.

Pihaknya berharap hadirnya jembatan dan fasilitas air bersih ini dapat mempercepat konektivitas antardesa serta membangkitkan kembali taraf ekonomi warga setempat.

Ia juga berpesan kepada masyarakat penerima manfaat agar menjaga dan merawat fasilitas umum yang telah dibangun bersama tersebut.

"Saya berharap jembatan yang telah dibangun ini dapat dipelihara, dirawat, dan dijaga bersama agar masa pemanfaatannya bisa bertahan lebih lama untuk menunjang aktivitas warga," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat menyebutkan akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir tahun lalu tersebut sebanyak 60 jembatan di daerah itu mengalami kerusakan.

Ia menyampaikan jembatan yang rusak tersebut mulai dari ukuran beberapa meter hingga mencapai 180 meter sehingga menganggu konektivitas warga setempat.

"Alhamdulillah beberapa jembatan sudah dibangun oleh TNI. Tentu kita mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden, juga TNI," ujar dia.

Ia menyebutkan salah satu Jembatan Garuda Merah Putih yang dibangun TNI bersama masyarakat di Padang Pariaman yaitu di Kecamatan VII Koto Padang Sago yang sudah dimanfaatkan 1.154 warga selama lima bulan semenjak infrastruktur itu selesai dibangun.